– Terperosok ke dalam lingkaran pikirannya sendiri yang dipenuhi oleh ketidakpastian sungguh membuat lelah serta menyerap banyak sekali tenaga emosi kita setiap hari. Bisa jadi, kita akan meluangkan berjam-jam untuk khawatir tentang perkara-perkara remeh yang tampaknya memiliki pengaruh besar di momen tersebut.
Tetapi, apakah Anda tahu bahwa banyak masalah yang menyebabkan stres pada kita hari ini mungkin sudah tidak relevan satu tahun dari sekarang? Dari perspektif ilmu psikologi, banyak ketakutan atau cemas yang ada di pikiran kita saat ini bersifat sementara dan akan meredup seiring berjalannya waktu.
Menurut Geediting.com pada hari Minggu (18/05), berikut adalah beberapa bentuk ketakutan yang biasa kita alami tetapi sebenarnya mungkin tidak memiliki arti penting di kemudian hari.
1. Terlalu Mengkhawatirkan Penilaian orang lain
Ketertarikan berlebih terhadap pendapat orang lain mengenai diri kita seringkali menjadi penyebab kecemasan bagi banyak individu. Sebagian besar pemikiran orang tentang Anda jauh lebih ringan dari yang ada di dalam imajinasi Anda dan mereka juga tengah fokus pada hal-hal pribadi mereka masing-masing.
2. Tekanan Akibat Kesalahan-Kesalahan Sepele
Ketidaktepatan- ketidaktepatan kecil yang kita lakukan kerap kali dirasakan sebagai masalah besar di saat itu terjadi. Tetapi, mayoritas kesalahan sederhana tersebut tak akan memiliki pengaruh penting pada kehidupan Anda selama setahun mendatang.
3. Kecemasan Berlebih tentang Masa Depan
Merasa gugup tentang kejadian di waktu mendatang merupakan sesuatu yang normal tetapi dapat memberikan beban pada pikiran. Sebagian besar rasa takut terhadap masa depan tersebut sebenarnya tidak pernah menjadi kenyataan seperti yang kita bayangkan dengan berlebihan.
4. Keinginan Tanpa Akhir Terhadap Kesempurnaan
Motivasi untuk mencapai kesempurnaan dalam semua aspek bisa berubah menjadi beban stres yang tak henti-hentinya dan melelahkan. Mengakui bahwa ketidaks empura nialah elemen wajar dalam hidup akan membuat Anda merasa jauh lebih lega dibandingkan dengan terus-menerus mendekati standar yang tidak mungkin dicapai.
5. Rasa Takut Berkejadaan Tentang Gagal
Ketakutan terhadap gagal kerap kali mencegah kita dari mencoba sesuatu yang belum pernah dilakukan atau ambilnya resikonya guna perkembangan diri. Gagal sungguhan bukan berarti tersandung, tetapi malahan enggan bangkit lagi serta merenungi pelajaran daripada pengalaman itu agar bisa maju lebih lanjut.
6. Pengejaran Kebebasan yang Tak Henti-Hentinya
Kepercayaan bahwa kita perlu selalu merasa senang setiap waktu merupakan suatu halusian yang dapat menyebabkan tekanan ketika berhadapan dengan emosi yang menantang. Bidang psikologi mendalilkan bahwa penerimaan atas keseluruhan rentang emosi, termasuk yang kurang positif, menjadi fondasi penting untuk kesejahteraan jiwa dalam jangka panjang.
7. Membandingkan Diri Sendiri dengan orang lain
Mempertimbangkan kehidupan atau prestasi pribadi berdasarkan orang-orang di sekeliling kita cenderung menghasilkan ketidakpuasan. Tiap individu punya proses serta tahapan pertumbuhan tersendiri yang khas; akibatnya, komparasi ini umumnya tak adil.
Mengenali bahwa ketakutan sehari-hari kita bersifat sementara dapat memudahkan kita memiliki pandangan yang lebih baik dalam menangani stres. Mungkin kini adalah waktu yang tepat untuk lebih berkonsentrasi pada perkembangan diri serta menjaga ketenangan jiwa dibanding khawatir dengan sesuatu yang akan lekas hilang.
