JAKARTA,
– Ternyata menjadi seorang penjahat tidaklah mengasyikan bagi Yelena Belova. Perdana dikenalkan dalam film “Black Widow” (2021), sang saudari Natasha Romanoff saat ini muncul sebagai karakter yang terpaku pada krisis identitas di film “Thunderbolts”. Film tersebut secara resmi dirilis ke bioskop hari ini, Rabu (30/7/2025).
Walaupun diakui sebagai salah satu wanita paling handal dalam tim Widows, Yelena perlahan merasakan kejenuhan. Setiap tugas gelap yang harus dia hadapi kini tampak tidak bermakna baginya. Bahkan, pertanyaan tentang tujuan hidupnya mulai muncul.
Melansir
Polygon
Bukan hanya Yelena saja, beberapa karakter “buangan” lain dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) juga bergabung: Red Guardian (diperankan oleh David Harbour), Ghost (yang diperankan Hannah John-Kamen), serta U.S. Agent (dimainkan Wyatt Russell).
Mereka digabungkan kembali oleh Bucky Barnes (Sebastian Stan) untuk menyelesaikan misi penyelamatan dunia dari bahaya The Sentry, yaitu proyek percobaan gagal buatan OXE Group yang dikuasai oleh Valentina Allegra de Fontaine (Julia Louis-Dreyfus).
Sayangnya, pembangunan karakter yang diharapkan sejak awal tidak mencapai puncaknya. Justru, Thunderbolts mengakhiri kisahnya pada babak ketiga yanglemah dan kehilangan daya dorong.
The Sentry yang Tidak Mampu Menjadi Teror Sejati
The Sentry (Lewis Pullman) diceritakan sebagai entitas super dengan kemampuan untuk menghilangkan sebuah kota sepenuhnya melalui pemikirannya saja. Akan tetapi, bukannya menjadi ancaman menakutkan di dunia MCU, perannya malah tampak seperti penghalang dalam cerita yang membingungkan.
Dengan potensi merusak seperti itu, film justru sulit untuk membentuk tensi yang logis. Tim Thunderbolts, yang dihuni oleh para tokoh dengan latar belaka traumatis dan kemampuan terbatas, kelihatan tidak memiliki peluang nyata dalam menangani ancaman semacam itu.
Sayangnya, Thunderbolts tampak lebih mirip dengan “kisah lanjutan” saja. Tak memberikan sumbangan penting pada arus utama narasi MCU. Lebih cenderung bertindak sebagai pembuka untuk The Fantastic Four: First Steps daripada sebuah cerita mandiri yang solid.
Sebenarnya, Thunderbolts adalah projek yang signifikan—ide tentang tim anti-hero Marvel telah hadir jauh sebelum DC meluncurkan Suicide Squad. Proyek ini memiliki peluang besar untuk menggali pertikaian etis, konflik internal, serta perbedaan di antara anggotanya dengan tujuan menyingkap aspek kemanusiaannya kepada para penonton.
Tetapi semuanya tidak dioptimalkan sepenuhnya. Akibatnya, film tersebut tampak monoton dan kurang bermakna, padahal seharusnya dapat menjadi lebih mendalam dan menyentuh hati.
