Upaya Pengembangan Pariwisata Pulau Tujuh Didorong

Masohi,seputarmaluku.com,-Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapplitbangda) Kabupaten Maluku Tengah mulai menginisiasi kegiatan perencanaan pengelolaan optimal Kawasan pariwisata Pulau Tujuh Kecamatan Seram Utara Barat Kabupaten Maluku Tengah.

Ini dilakukan dengan mengagas kegiatqn workshop  analisa Rantai Nilai Pariwisata  Pulau Tujuh yang Terintegrasi di Kabupaten Maluku Tengah.

Diharapkan, rangkaian kegiatan yang melibatkan instansi teknis terkait agar  dapat dijadikan acuan dalam  penatakelolaan dan pengembangan kawasan pariwisata pulau tujuh sebagai destinasi wisata unggulan. Sekaligus landasan penyusunan strategi dan kegiatan yang tepat bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah secara terintegrasi.

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua dalam sambutannya menitik beratkan pada pentingnya memajukan pariwisata setempat, namun sejalan dengan itu, masyarakat pada kawasan setempat j ga diberdayakan.

“Sebab, suatu destinasi wisata yang unggul dinilai dari seberapa besar pengaruh destinasi wisata yang ada terhadap pertumbuhan eknomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.  Sehingga tercipta  rasa aman, nyaman, ramah. Penting juga didiskusikan tentang upaya-upaya pemberdayaan ekonomi pada lima negeri di kawasan pariwisata Pulau Tujuh tersebut,” tandas bupati dalam sambutannya membuka kegiatan workshop saat itu.

“Pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat lokal sangat penting dan perlu didiskusikan dan disiapkan dengan baik oleh kita semua,” timpalnya.

Ditegaskan, upaya  mengintegrasikan pengembangan kawasan pariwisata di kawasan Pulau Tujuh memerlukan perhatian, kepedulian, dan tanggung jawab  bersama untuk mendiskusikan dan mengimplementasikan berbagai rencana dan kebijakan secara terintegrasi.

Sebab, kata bupati,  apa yang didiskusikan  dalam workshop saat itu akan bermuara pada tersedianya Dokumen analisa rantai nilai (Value Chain Analysis) kawasan pariwisata Pulau Tujuh sebagai pra kondisi menuju  keberhasilan pengelolaan dan pengembangan kawasan Pulau Tujuh sebagai destinasi pariwisata unggulan berskala nasional bahkan internasional.

“Karena itu, Workshop ini harus mampu memastikan keterlibatan dan tanggung jawab seluruh pihak terkait serta capaian dari seluruh program dan kegiatan berdasarkan rencana tindak lanjut yang telah disiapkan. Kegiatqn ini  mampu menghasilkan komitmen untuk mengimplementasikan seluruh program yang telah direncanakan di kawasan Pariwisata Pulau Tujuh,” pesannya.

“Penguatan komitmen dan kapasitas semua pihak selaku peserta workshop ini sangat diperlukan untuk menjamin kualitas Hasil analisasi rantai nilai yang berperan sebagai input bagi kepentingan penyusunan dan implementasi strategi pengembangan kawasan pariwisata pulau tujuh,” tambahnya. (SM-01)

 

 

author