Lomba Cipta Menu B2SA, Upaya Konsisten BKP Membudayakan Konsumsi Pangan Berkualitas Berbahan Lokal

Masohi,seputarmaluku.com- Kadis Ketahanan Pangan Rony Hetharia mengatakan, kegiatan Lomba cipta menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang merupakan program rutin dinas bekerjasama dengan TP-PKK  Diharapkan bisa  membudayakan  pola konsumsi pangan B2SA di kalangan masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah.

Endingnya, adalah lewat pola konsumsi pangan yang menganut asas B2SA, usaha mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dimasa akan datang.

Dikaitkan dengan jenis bahan olahan yakni pangan lokal  maka, selain membudayakan konsumsi pangan B2SA, namun juga menyosialisasikan bahan pangan lokal yang berkualitas.

“Jadi, ada upaya menggali sekaligus mempromosikan ketersediaan sumber-sumber bahan pangan lokal,  mengolah hingga menyajikannya sebagai bahan pangan berkualitas. Dan, pada gilya, dapat berimplikasi bagi terwujudnya kualitas SDM yang berkualitas di masa menxatang,” tandas Hetharia, Selasa (13/11).

Kegiatan lomba Cipta menu  B2SA rutin dilaksanakan Dinas ketahanan Pangan, menurutnya merupakan bentuk konkrit konsistensi Badan Ketahanan Pangan menjamin ketahanan pangan warga sesuai dengan karakteristik wilayah.

Dimana ketersediaan pangan semisal beras berpotensi mengalami penurunan bahkan ada pada titik kritis. Karena itu, kebiasaan  mengkonsumsi pangan lokal harus dibudayakan.

“Upaya ini tidaklah mudah mengingat Kebiasaan masyarakat mengkonsumsi pangan non beras sudah bergeser. Namun, kita tetap optimis bahwa upaya yang terus menerus pasti membuahkan hasil,” optimisnya.

“Dan, upaya ini intens kita lakukan. Salah satunya adalah dengan menggandeng TP-PKK. Kegiatan lomba B2SA dilakukan menyasar Dharma Wanita Oembangunan tingkat Kabupatrn hingga Kecamatan, organisasi perempuan dan kelompok-kelompok organisasi lokal perempuan.  Harapannya adalah busaya konsumsi pangan B2SA dapat lebih mudah ditularkan,” jelasnya.

“Tentunya, dengan keterlibatan semua elemen masyarakat, perjuangan membudayakan konsumsi pangan lokal B2SA akan lebih mudah diwujudkan. Dan, pola konsumsi yang diharapkan akan lebih mudah diwujudkan,”kuncinya. (SM-01)

author