Ketua DPD Golkar Malteng Geram Hasil CAT Mengecewakan

Masohi,seputarmaluku.com- Ketua DPD Golkar Kabupaten Maluku Tengah Rudolf Lailossa mempersoalkan hasil tes CAT CPNS Tahun 2018. Hasil tes CAT yang dilaksanakan serempak di Provinsi Maluku termasuk di Kabupaten Maluku Tengah hanya berhasil menjaring puluhan orang saja.

Yakni, hanya 13 orang saja hingga hari keempat pelaksanaan tes CAT. Padahal, jumlah formasi yang ditetapkan sebanyak 309 orang.  Jumlah CPNS yang mengikuti  tes CAT sudah mencapai dua ribuan orang. Dari 3.080 CPNS yang berhak mengikuti tes CAT.

Di Kota Ambon lebih parah lagi, angka kelulusan menyebabkan Walikota Ambon Richard Louhenapessy menitikan air mata.

“Hasil tes ini sangat merugikan daerah. Passing Grade yang ditetapkan terlalu tinggi,” tandas Lailossa.

Kekecewaan lain karena mayoritas lulusan berasal dari universitas di Luar Provinsi Maluku.

“Passing grade yang ditetapkan bisa berimbas pada terjadinya transmigrasi intelektual. Lulusan universitas-Universitas di Maluku yang notabene adalah anak daerah Maluku mau dikemanakan ?,” sesalnya.

“Passing Grade yang ditetapkan terlampau tinggi,” tukasnya.

Dari kenyataan yang ada, Lailossa berharap, perdoalan yang ada diseriusi oleh pemerintah. Baik eksekutif maupun legislatif seluruh Kabupaten kota di Provinsi Maluku.

“Perdoalanini harus disikapi secara serius. Ini persoalan besar yang bakal mengancam anak cucu Maluku di masa mendatang,” tukasnya.

“Gubernur, Bupati dan Walikota beserta unsur Legislatif harus dapat mengatur waktu agar dapat memperjuangkan persoalan ini langsung ke pemerintah pusat. Ketemu Menpan” tegasnya.

Ditegaskan, persoalan yang ada bisa menyebabkan masalah besar di masa depan. Dimana anak-anak calon generasi penerus bangsa tidak bisa terserap dalam seleksi CPNS hanya lantaran faktor passing grade yang terlalu tinggi.

“Banyak faktor yang memaksa tidak boleh ada persamaan passing grade seleksi CPNS. Dan, ini harus disikapi serius,” tekannya.

“Ini mendesak. Atur waktu untuk bisa ketemu dengan Menpanuntuk membicarakan perdoalan ini,” tegasnya. (SM-01)

 

 

author