IPST Ajak Kampung KB Ghanemo–Goga Galakan Bank Sampah

Seputarmaluku.com, Ambon.-  Unit Instalasi Pengelolaan Sampah Terpadu IPST Toisapu, berkesempatan memberikan materi seputar pengelolaan sampah serta manfaat Bank Sampah kepada masyarakat dan Pokja Kampung KB pada kegiatan Lokakarya Mini Kampung KB Ghanemo-Goga yang digelar Dinas DPPKB Kota Ambon serta Mahasiswa KKN Unpati pada Jumat 8 November 2019, di gedung Serbaguna Sektor Imanuel, Batu Gantung Goga.

Mengawali pemberian materi, Ny. Iren dari IPST menyampaikan, Indonesia adalah Negara nomor urut 2 di dunia yang sukan membuang sampah di laut setelah Negara China, sehingga Indonesia oleh Presiden telah diumumkan darurat sampah dengan berbagai program dan kegiatan untum meminimalisir pembuangan sampah ke laut.

Salah satu cara yang dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan membuang sampah kelaut adalah dengan sosialisasi maupun upaya upaya pembersihan laut dan teluk yang sudah sering dilakukan. Namun itu saja belum cukup untuk mengatasi persoalan sampah.

Selain itu, upaya serta cara pengelolaan sampah agar menjadi nilai ekonomis bagi masyarakat juga sekarang ini banyak dilakukan agar masyarakat dapat memanfaatkan sampah yang ada di sekitar untuk mendatangkan penghasilan bagi peningkatan perekonomian masyarakat, jelas Iren.

“Selain berbagai jenis dan bentuk pengelolaan sampah bernilai ekonomis, ada juga pembentukan Bank Sampah. Bank Sampah keberadaan Bank Sampah ini sangat berguna juga bagi masyarakat yaitu masyarakat datang bawa sampah, pulang bawa uang.

Keberadaan Bank Sampah ini bisa dimanfaatkan masyarakat dengan mengumpulkan berbagai jenis sampah sebanyak mungkin kemudian dibawa ke Bank Sampah lalu ditimbang menurut jenis sampah, seperti kardus, kertas atau buku tulis, botol aqua, tutup botol, kaleng dan sebagainya,” paparnya.

Selain itu, jika masyarakat memiliki ide dan sedikit ketermpilan, sebenarnya sampah sampah itu bisa diolah atau dibuat aneka jenis barang lain yang bisa mendatangkan nilai ekonomis tinggi. Misalnya, kemasan makanan ringan dari palstik dapat dibuat dompet atau tas dan lainnya.

Usai memberikan materi, masyarakat dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempraktekan cara mengolah sampah menjadi barang produksi lain yang bernilai ekonomis serta pembuatan pupuk kompos. SM002

author