Dinas DPPKB Ambon Gelar Lokakarya Mini di Kampung KB Ghanemo – Goga, Kadis Pertanian Paparkan Pertanian Jaman Now

Seputarmaluku.com, Ambon.- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPPKB Kota Ambon menggandeng Mahasiswa KKN angkatan XLVI Unpati melakukan Lokakarya Mini di Kampung KB Ghanemo-Goga, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe.

Dalam Lokakarya Mini yang digelar Jumat 8 November 2019 itu, dihadiri oleh unsur Kelurahan Kudamati, Dinas DPPKB , Mahasiswa KKN Unpati, Pokja Kampung KB Ghanemo – Goga serta Dinas Pertanian dan Instalasi Pegolahan Sampah Terpadu.

Kepala Dinas DPPKB Kota Ambon dalam pesannya menyampaikan, jumlah Kampung KB yang ada di Kota Ambon saat ini ada 16 Kampung KB, dan baru 1 Kampung KB yang menjadi percontohan untuk provinsi Maluku yaitu Kampung KB Waiheru. Sementara untuk Kampung KB Percontohan tingkat kota Ambon baru akan ditetapkan tahun depan, pesan Kadis.

Untuk itu, dirinya meminta Pokja Kampung KB Ghanemo-Goga untuk terus mensosialisasikan keberadaannya di lingkungan masyarakat agar lebih dikenal. Selain itu, program kerja harus dioptimalkan lagi agar keberadaanya memberikan dampak bagi masyarakat, karena disitu juga merupakan salah satu kriteria penilaian untuk menjadi Kampung KB Percontohan, paparnya.

Usai pembukaan, masyarakat serta Pokja Kampung KB Ghanemo-Goga yang hadir saat itu diisi dengan materi oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Ambon, John Tupan. Kepala Dinas Pertanian pada kesempatan itu memberikan materi seputar “Pertanian Jaman Now” agar bagaiman cara masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit untuk bercocok tanam.

Dijelaskan, pekarangan rumah masyarakat yang sempit bukanlah penghalang untuk masyarakat bercocok tanam jenis tanaman yang bermanfaat baik itu sayur dan lainnya.

“Jangan berkecil hati jika pekarangan rumah kita sempit, karena pekarangan kecil sekalipun masih bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam asalkan ada niat dan kemauan. Ada beberapa jenia tanaman yang bisa ditanam di pekarangan rumah seperti sayuran misalkan Kangkung, masyarakat masih bisa menanam kangkung di pekarangan yang sempit sekalipun dengan menggunakan pot atau polibeck asalkan dirawat dengan baik,” jelas Tupan.

Dikatakan, menanam sayur dipekarangan itu sangat menguntungkan karena bisa menghemat pengeluaran kita untuk membelanjakan sayuran di pasar. Selain itu, menanam sayur sendiri juga bisa menguntungkan bagi kesehatan karena tidak menggunakan bahan kimia lainya seperti pestisida untuk merangsang pertumbuhan tanaman yang dampaknya tidak baik untuk kesehatan.

“Untuk menjaga kesehatan tanaman dipekarangan agar tumbuh dengan sehat dan aman dikonsumsi sebenarnya sangat gampang, masyarakat bisa memanfatkan limbah atau sisa hasil pembersihan ikan, daging atau sayuran ditampung kemudian dicampur dengan sisa air limbah pencucian beras maka itu bisa dipakai sebagai pupuk cair yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman agar tumbuh sehat, dan layak dikonsumsi,” papar Kadis.

Usai memberikan materi, masyarakat yang hadir diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan memberikan pertanyaan langsung kepada Kepala Dinas terkait materi yang sudah diberikan. Selain itu, pada kesempatan itu juga Kepala Dinas Pertanian menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman Cabe (Cili) sebanyak 100 anakan lebih untuk dibagikan kepada masyarakat. SM002

author