Bupati Sebut Perlu Penyehatan Koperasi dan UMK

Masohi,seputarmaluku.com- Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menilai penting upaya merumuskan  solusi yang tepat dalam rangka mengoptimalkan peran, serta penyehatan koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMK).

Pentin karrna, menurutnya,  permasalqhan-permasalahan yang  “melilit” koperasi selama ini.  Yang mengakibatkan banyak koperasi dan UMK tidak sehat, bahkan  gagal tumbuh hingga bangkrut.

Penilaian ini diutarakan bupati dalam sambutannya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Teknis serta Gelar Produk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2018, kemarin.

“Sebab, Koperasi dan UMK merupakan salah satu sendi utama perekonomian bangsa yang sangat kokoh. Sudah teruji menghadapi berbagai krisis dan gejolak ekonomi dunia. Butuh solusi yang tepat mengoptimalkan peran koperasi,” tandas Bupati.

“Keberadaan Koperasi yang sehat dapat berkontribusi positif bagi penguatan roda ekonomi, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggota maupun para pelaku usaha yang berproses di dalamnya,” terang bupati.

Disebutkan, dibalik peran vital koperasi serta UMK dalam perekonomian daerah dan bangsa, keberadaan koperasi serta UMK dihadapkan oleh banyak permasalahan internal dan esternal. karena itu, menurutnya, kegiatan Rakornis  serta Gelar Produk Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2018 sangat penting.

“Sebab, melalui kegiatan ini   berbagai hambatan, tantangan maupun masalah yang melatari terhambatnya perkembangan koperasi dapat diselesaikan.

Kegiatan ini penting sebagai sarana mengevaluasi, mensinkronkan serta merumuskan solusi untuk penyusunan program dan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat bagi perkembangan koperasi dan UMK. Sekaligus,  sebagai sarana memperkenalkan, mempromosikan dan membangun citra produk koperasi dan para pelaku usaha di Kabupaten Maluku Tengah,” tambahnya.

Bupati sadar sungguh bahwa untuk dapat menggerakkan masyarakat agar lebih kreatif, inovatif, peduli, dan sadar berkoperasi tentu saja diperlukan intervensi dan bantuan pihak lain baik melalui bantuan permodalan maupun pelatihan serta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi.

Yakni berupa bantuan berupa dana bergulir, Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun bantuan sosial bagi para pelaku usaha dan wirausaha yang disalurkan pemerintah maupun lembaga swasta.

Diharapkan, bantuan dana tersebut dapat fimanfaatkan secara baik dalam rangka menyehatkan permodalan dan mengembangkan usaha koperasi maupun UMK

“Upaya oenyehatan Koperasi dan UMK tidak semata terletak pada faktor pendanaan. sejumlah aspek lain perlu diperhatikan dan dibenahi oleh pengurus koperasi maupun pelaku UMK. Diantaranya,  optimalisasi informasi terhadap eksistensi dan inovasi terhadap  produk yang dihasilkan, koordinasi dan kerja sama antara instansi/lembaga, BUMN/BUMD termasuk dengan media cetak dan elektronik dalam mempromosikan produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh Koperasi dan UMK,” sebutnya.

“Semoga Rakornis yang dirangkaikan dengan Gelar Produk UMK di hari ini dijadikan sebagai momentum untuk terus memotivasi para pengurus koperasi dan UMK untuk lebih proaktif dalam berusaha, mempromosikan, meningkatkan produksi dan mutu produk serta meningkatkan daya saing dan inovasi berbagai produk yang dikelola oleh Koperasi serta UMK,” kuncinya. (SM-01)

 

author