Bupati Malteng Minta Pempus Ubah Sistim SKD

Masohi, seputarmaluku.com – Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menilai, Sistim passing grade Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sedianya diubah dengan sistim rengking. Sehingga bisa mengisi kuota pegawai negeri sipil.

“BKN dan Kemenpan sedianya mengubah sistim passing grade dengan perengkingan,” pinta Bupati Tuasikal di Kota Masohi, Senin (12/11).

Kuota CPNS Kabupaten Maluku Tengah, yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebesar 302. Namun, tidak bisa terisi karena banyak peserta yang tidak lulus saat mengikuti tes SKD. 

“Hanya 23 peserta lulus dari 3.306 yang mengikuti seleksi. Nah, kami minta sistimya diubah,” ujar Tuasikal. Ia mengaku, fasilitas dan kualitas pendidikan di Maluku, khususnya kabupaten Maluku Tengah tidak bisa disamakan dengan Pulau Jawa. 

“Kita akui fasilitas dan kualitas di Maluku termasuk Kabupaten Maluku Tengah rendah. Dan tidak bisa disamakan dengan di Pulau Jawa,” timpal Bupati. Namun demikian, dia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas kuota formasi CPNS tahun ini. 

Menurutnya, perubahan sistim ke rengking merupakan kesepakatan seluruh bupati dan walikota se-Maluku dalam rapat koordinasi bersama wakil Gubernur Zeth Sahuburua di Ambon.

Kesepakatan tersebut nantinya akan disampaikan Pemrintah Provinsi Maluku kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta. 

“Kami berharap kesepakatan bupati dan walikota ini dipertimbangkan Presiden, sehingga kuota CPNS terisi,” pungkasnya. (SM01)

author