Polisi Diminta Tidak Sesumbar Periksa Istri Bupati Malteng

Ambon, Seputarmaluku.com- Polres Maluku Tengah (Malteng) di minta tidak sesumbar memeriksa Istri Bupati Maluku Tengah (Malteng) Amien Ruaty Tuasikal, sebab kurang lebih sepekan sudah pernyataan ini di publikasi media masa , namun sampai saat ini janji itu belum juga direalisasi.

“Jangan sesumbar kalau belum memeriksa yang bersangkutan. Masa sudah sepekan ini belum ada juga langkah pemeriksaan. Baik itu Istri Bupati maupun pihak lain. Kalau mau priksa buktikan. Jangan sampai kemudian ada dugaan menebar pernyataan untuk menyandra. Kami ikuti dengan saksama pernyatan Kasat Reskrim di Media, namun sampai sekarang alasannya masih inventarisir nama pihak yang akan di panggil”Tandas Ketua LSM Sekoci Indoratu Syariel Silawane kepada media ini melalui sambungan telponnya, Sabtu(8/9).

Dia mengaku sangat menyesalkan pernyataan tersebut, pasalnya alasan polisi yang di gunakan selama ini untuk belum memeriksa siapapun dengan alasan masih menginventarisir nama pihak yang akan di periksa. Jika demikian maka pertanyaanya adalah apakah proses inventarisasi itu membutuhkan waktu sepekan atau lebih.

“Sudah sepekan lamanya belum juga ada eksen untuk melakukan pemeriksaan, lantas mau sampai kapan,”tanya Silawane.

Dia mengungkapkan bawa saat ini publik di Maluku Tengah sangat meragukan eksistensi dan komitmen penyidik untuk menuntaskan semua kasus korupsi di Kabupaten tertua di Maluku ini. sebab selain belum menuntaskan sejumlah kasus, penyidik sudah kembali masuk ke kasus baru. Olehnya Polisi harus membuktikan komitmennya ke public agar penanganan kasus yang sedang di tangani itu tidak kemudian menjadi asalan kuat public untuk tidak lagi mempercayai Polisi dalam melaskanakan tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum.

“Setiap kasus harus di tuntaskan. Agar klaim public itu dapat di bantah. Bahwa Penyidik Polres Malteng, lebih lebih Kapolres benar benar komitmen dan bisa membuktikan bahwa mereka Profesional dalam melaksanakan tugas Negara memberantas Korupsi”Jelasnya. Sementara informasi yang dihimpun media ini di Mapolres Malteng menegaskan akan memberikan bukti kepada public di Malteng. pertama bahwa dua kasus yang sudah naik tingkat yakni, Kasus pengadaan Kapal Fiberglas 30 GT tahun 2010, serta kasus pembangunan Gedung Sekolah SMAN 3 Masohi sudah di kantongi calon tersangkanya. Saat ini penyidik hanya membutuhkan keterangan ahli untuk melengkapi dan menetapkan siapa tersangkanya,”bebernya. (SM-01)

 

author