Ketua DPR Sebut Aktifis Malteng Tolol

Masohi,seputarmaluku.com- Ketua DPRD Maluku Tengah Ibrahim Ruhunussa mengeluarkan kata yangbtidak patut. Para aktifis yang kerap tampil digardavterdepan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat  dikatai Ruhunussa, Tolol.

Dihadapan  ratusan tenaga honorer Kategori dua (K2), mayoritas pegawai lingkup pemkab Malteng, personil keamanan Lapangan Parkir Kantor bupati Malteng, Senin (24/9) hal ini diutarakan Ruhunussa dengan lantangnya.

“Saya mau bilang bahwa banyak aktifis yang tolol di Kabupaten Maluku Tengah ini,” kata Ruhunussa melalui mikrofon.

Bukan itu saja, Ruhunussa bahkan menebar ancaman kepada para aktivis yang ikut serta dalam rombingan demonstrasi bersama honorer K2 saat itu.

“Saya akan buka-bukaan disini,” katanya menyentil  kelakuan  sejumlah aktivis Malteng.

Beruntung, para aktivis tidak menanggapi pernyataan Ruhunussa. Sebaliknya mereka memilih meninggalkan forum demonstrasi saat itu.

Pantauan media  ini, pelabelan Tolol terhadap  aktifis di Kabupaten Maluku Tengah dikemukakan Ruhunussa sebagai bentuk klarifikasi terhadap tudingan-tudingan miring yang dialamatkan kepada pihak eksekutif saat demonstrasi honorer K2 saat itu.

Faktanya Ruhunussa membela pihak eksekutif dengan manuding balik bahwa apa yang disampaikan salah satu orator yang merupakan aktifis saat itu hanyalah upaya mencemarkan nama baik Bupati.

“Kalau benar ada yang menyebyt soal umur dan strata pendidikan yang tidak sesuai tapindiangkat jadi PNS dan Honorer, kenapa DPR tidak pernah didatangi demo besar-besaran,” sentil Ruhunussa.

Sebelumnya, aktifis yang tampil sebagai orator saat demo saat itu adalah Rafly Tehuayo.  Dalam orasinya, dia menuding ketidak jelasan pengusulan tenaga honorer di Kabupaten Maluku Tengah. Kondisi ini, sebutnya yang mengakibatkan ribuan honorer K2 masih terkatung-katung.

“Tahun lalu, ada sopir oto bupati diangkat tanpa honor. Ada tukang masak  Bupati diangkat tanpa honor. Ada kerabat pejabat diangkat tanpa honor. Tapi yang benar-benar honor hingga puluhan tahun tidak diangkat hingga hari ini,” sebutnya.

Lagipula, apa yang diutarakan Tehuayo secara didukung oleh  rekan Ruhunussa  sesama anggota DPRD Malteng, Jailani Tomagola yang saat itu juga tampil sebagai orator. Tomagola bahkan khawatir terhadap rekruitmen CPNS yang yang bakal digelar beberapa waktu kedepan.

“Sebab, yang mengusulkan formasi CPNS dari daerah adalah pemerinrah daerah. Pemerintah tidak mungkin tahu soal kebutuhan pegawai di daerah,” katanya.

“Tolong sampaikan kepada bupati  hentikan sinetron ini,”  sergahnya. (SM-01)

 

 

author