Akta 3 Persil Eigendom Tercatat di BPN Kota Ambon, Attamimi Sebut Itu Rekayasa BPN

Seputarmaluku.com, Ambon.- Kepala Seksi (Kasi) Hukum Pertanahan , Kantor Pertanahan Kota Ambon mengakui kalau memang benar Akta Egendom Fervonding 986, 987 dan 988 tercatat di BPN Kota Ambon.
Hal ini disampaikan W.O. Lopies Kepala Seksi,Hukum Pertanahan, Kantor Petanahan Kota Ambon kepada wartawan ketika dikonfirmasi di Kantor BPN Kota Ambon bersama Kepala Kantor Pertanahan Kota Ambon, M.Togotorop, SH, Senin (12/9).
Menurutnya, Akta Egendom 986 dengan nomor 60 tanggal 22 mei 1934 berdasarkan UU nomor 38 tertulis atas nama Tan Si Lay Cs dengan luas 992. 397 meter persegi , yang terletak di Ambon Street atau di Batu merah Pandan Kasturi.
Sementara untuk Akta Egendom 987, tercatat tanggal 21 April tahun 1938 nomor 35 atas nama Pieter Johanis Gaspers dan kawan-kawan dengan luas 563, 700 meter persegi, terletak pada dusun Wapaden Hative Kecil.
Sedangkan untuk persil tanah Egendom 988 atas nama J Mola tercatat dengan nomor tanggal 18 November tahun 1814 dengan luas 376 meter persegi terletak di Desa Rumah Tiga Poka.
Menanggapi penjelasan BPN Kota Ambon, kepada wartawan Direktur PT. Maluku Membangun, Lutfi Attamimi membantah akta Egendom yang tercatat di Kantor Pertanahan kota Ambon.
Menurutnya Akta Egendom 986, 987, dan 988 yang tercatat di kantor Pertanahan Kota Ambon adalah Akta rekayasa yang sudah dibuat oleh Kantor Pertanahan Kota Ambon maupun Badan Pertanahan Provinsi Maluku.
Untuk itu, dirinya tidak akan mundur dan tetap akan memperjuangkan haknya, dan kalaupun BPN tetap bersikeras maka dirinya mengancam akan memblokir aktifitas kantor BPN Kota Ambon maupun Provinsi.
“Saya tidak akan mundur, kalaupun BPN tetap bersikeras maka saya akan bertindak keras,” Ujar Atamimi.
Attamimi bahkan mempertanyakan Akta Egendom 988 yang dikatakan BPN Kota Ambon terletak di Rumah Tiga, aktanya seperti apa, dan apakah bisa dibuktikan, Tanya Attamimi.
Untuk itu, dirinya meminta kepada Biro Hukum Setda Provinsi Maluku agar secepatnya menggelar Mediasi tahap dua, dan meminta BPN menghadirkan pemilik Akta 3 persil tanah Eigendom itu, agar kita sama-sama uji materi.
“Saya minta Karo Hukum untuk segera menggelar mediasi tahap dua, dan harus mengundang pihak-pihak yang menurut BPN memegang Akta 3 persil tanah itu. Kalau betul mereka memiliki Akta itu mari kita saling uji materi dan bukti,” tegas Attamimi. (SM02)

author