Wabup SBB : Peran RAPI Dapat Mengubah Wilayah Blank Spot

Piru, Seputarmaluku.- Kehadiran RAPI diharapkan mampu mengubah keterisolasian serta menjadi penghubung komunikasi antar wilayah yang belum terjangkau  alat komunikasi. Organisasi RAPI diharapkan lebih aktif berkomunikasi dan melakukan koordinasi dengan baik kepada BNPB, Dinas Sosial, Dinas kominfo terlebih menjelang pelaksanaan Pesparawi dan Tour The Mollucas.

“ Saya titipkan tanggung jawab bersama berperan aktif dalam dua event besar tahun ini,”Demikian dikatakan Wakil Bupati SBB, Timotius Akerina, SE, M.Si  dalam  sambutannya pada Pelantikan Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kab SBB periode 2017-2021, yang digelar pada Penginapan Mentari, Piru, Kec Serbar, Kab SBB, Maluku (30/8).

Dikatakan, kehadiran RAPI diharapkan mampu mengubah keterisolasian (blank spot). Peran RAPI sangat strategis mampu menjadi penghubung komunikasi antar wilayah yang belum terjangkau signal alat komunikasi. Lebih dari itu, pengurus  yang baru  mampu melaksanakan visi dan misi organisasi sekaligus memantabkan eksistensi dan membantu sosial kemasyarakatan di daerah ini.  Karena untuk saat ini, masyarakat Kab SBB belum semuanya bisa menikmati seluruh informasi bahkan dibeberapa wilayah pegunungan blank spot,”akunya.

Lebih lanjut Ketua panitia Pespawari mengajak organisasi RAPI dapat bersama-sama Pemda SBB dalam upaya  membantu mensukseskan dua event  sekaligus mensosialisasikan kondisi Maluku dan Kab SBB sekaligus promosi Pariwisata yang ada di daerah ini,” harap Akerina.

Peran RAPI, kata Akerina  tentunya sangat penting  dalam sekaligus memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan pesparawi di SBB. RAPI juga harus ikut berpartisipasi dalam  menjaga persatuan Kesatuan dan memupuk tali silahturahmi for Kase Bae SBB,” akui mantan wakil ketua DPRD SBB 2 periode itu.

Sementara itu, Ketua RAPI Propmal, Roni Mewar  dalam kesempatan itu  mengatakan Propmal secara geografi terdiri dari ribuan Pulau-pulau, sehingga perlu komunikasi dan dapat menghubungkan antar Pulau. Sejak dibentuk pada 10 November 1980.  Sejauh ini  Organisasi RAPI sudah banyak  membantu masyarakat di pelosok tanah air.

Mewar juga mengakui  bahwa BNPB  saat  bekerjasama dengan RAPI untuk melakukan komunikasi khususnya dalam kondisi tertentu, dan RAPI berkoordinasi dengan beberapa instatnsi pemerintah setempat, misalnya, Dinas sosial, maupun Kominfo dan Pusdalok harus ditempatkan satu anggota dalam OPD tersebut, untuk menikahkan koordinasi dalam setiap Persoalan bencana atau lainnya.

Sementara, Ketua RAPI Kab SBB, Josep Akollo katakan RAPI belum begitu banyak dikenal oleh masyarakat, namun hari ini Kab SBB menorehkan sejarah dan ini perjalanan panjang ke depan.

“Tahapan ke depan saya berharap teman-teman RAPI bersama-sama rapatkan barisan. Tingkatkan persatuan dan kesatuan melalui radio maupun bermasyarakat dan di tempat tinggal kita berada. “Mari jaga kode etik, visi dan misi kita, saya mewakili rekan-rekan RAPI minta dukungan Pemda, SKPD terkait, TNI/polri dan kepentingan untuk berbagi informasi kepada masyarakat,”harap Akolo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut wakil Buapati SBB, Timotius Akerina, SE, M.Si Kaban Kesbangpolinmas, Saaban Patty, S.Sos Plt Kabag Humas, Drs. John Taberima, Kepala PTSP& PM, Danramil 1502/07-Piru, Camat Serbar , Ketua RAPI Kab SBB, Ketua RAPI Propmal, Roni Mewar, Dewan Pengawas dan Penasehat Organisasi Wilayah RAPI Kab SBB, Drs. M. Yasin Payapo (Bupati), AKBP Agus Setiawan, SIK, Plt Kadis Kominfo, (SM-03)

 

 

 

 

 

author