Mutasi Guru Berdampak Pada Kualitas Pendidikan

Masohi,seputarmaluku.com-Lembaga Legislatif DPRD Maluku Tengah menilai,  mutasi guru yang dilakukan tidak secara objektif turut mempengaruhi mutu pendidikan.

Unsur tidak objektifnya  mutasi guru dari satu wilayah ke wilayah lain, diantaranya adalah berupa ; mutasi tanpa melihat kebutuhan dan alokasi tenaga guru.

Akibatnya, terjadi penumpukan pada sejumlah sekolah, sementara kekurangan di sekolah lainnya.

Penilaian ini dikemukakan sejumlah anggota DPRD Malteng dalam rapat llntas komlsl DPRD Malteng bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Malteng dan Dinas Pendldlkan, Kamls (1/8)  dl Ruang Banggar DPRD Malteng.

“Faktanya,  mutasi guru di Kecamatan Leihitu. Mutasi guru dilakukan dari sekolah yang kurang guru ke sekolah yang banyak gurunya,” ungkap Ketua DPRD Malteng Ibrahim Ruhunussa.

Kondisi yang terjadi, menurutnya  mengakibatkan terjadinya ketimpangan. Disekolah lain hampir tidak ada tenaga guru, sedangkan di sekolah lain, terjadi penumpukan.

“Arus mutasi tenaga guru ini terjadi saat jelang pemilu 2019,” ujarnya.

Menurut Ruhunussa, mutasi yang tidak mengedepankan asas obyektifitas sangat bertolak belakang dengan komitmen meningkatkan layanan pendidikan.

Alih-alih, menggenjot mutu, yang terjadi adalah terjadi ketimpangan akses pendidikan.   “Yang terjadi, mutasi guru malah mengakibatkan upaya  pemerataan tenaga guru makin sulit diwujudkan,”  singgungnya.

Persoalan senada diungkapkan Hasan Alkatiri. Utusan  Partai Golkar dari dapil wilayah

utara pulau Seram ini mengangkat persoalan mutasi yang mengakibatkan terpisahnya suami dengan istri. Dia menduga, mutasi dimaksud bermuatan politik.

“Ada Guru yang dituding bersikap beda, lantaran itu, dia dimutasi dari Seram Utara Barat ke Pulau Banda. Mutasi ini mengakibatkan dia terpisah dengan istri dan keluarganya,” beber Alkatiry.

Kasus serupa juga diutarakan Musriadin Labahawa. Bedanya adalah, kasus yang disoroti adalah soal mutasi yang berulang-ulang.

“Di Tanjung Sial, ada “Dl Tanjung Sial berapa bulan kemarln, ada mutasi  Kepala Sekolah. Mutasi sudah dilakukan, tapi jelang pileg, muncul lagi SK Mutasi yang baru,” bebernya. (SM-PM)

 

author