KPK Berkunjung ke Malteng, Idris Minta Kasus Korupsi Alkes Dibuka Kembali

Masohi,seputarmaluku.com- Hadirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) di harapkan dapat memberikan keadilan dalam penegakan hukum yang tampak mati suri di kabupaten tertua di Maluku itu. Publik Malteng pun menaruh harapan besar atas kunjungan lembaga “Anti Rasua” itu. Mereka pun meminta Agar KPK dapat membuka borok busuk yang selama ini tersimpan rapat itu.

Aktivis muda dari lembaga peneliti anti korupsi, Rian Idris menegaskan masuknya KPK ke Maluku Tengah harus memberikan dampak keadilan bagi rakyat di Malteng yang selama ini tidak pernah merasakan adanya penegakan hukum yang maksimal dalam memberantas korupsi di kabupaten bertajuk Pamahanu-Nusa itu.

“Hadirnya KPK harus memberikan dampak.terutama adanya keadilan dalam memberantas semua dugaan korupsi di kabupaten tertua itu.rakyat yang haus akan kebenaran harus di puaskan.sebab sejauh ini penanganan kasus korupsi hanya menyentuh pemain kecil sementara pemain kakapnya selalu di loloskan”Tegasnya ketika di hubungi melalui sambungan telponya, Kamis (30/8).

Dia meminta KPK membuka ulang kasus korupsi Dana Pengadaan Alat Kesehatan tahun anggaran 2013 silam. Pasalnya masih banyak pihak yang paling bertanggung jawab tidak tersentuh dan bebas berkeliaran hingga kini.

“Kasus Korupsi anggaran pengadaan alat kesehatan senilai 6.4 milyar rupiah,yang telah menghasilkan dua orang sebagai terpidana,tergolong aneh bin ajaib.bayangkan saja, kontraktor pemenang tender,kuasa penguna anggarannya serta adanya indikasi aktor intelektual yang berada di area lingkungan pejabat di Malteng pun masih berkeliaran hingga kini.oleh sebab itu,kami meminta KPK membuka ulang kasus ini”Tegasnya.

Dikatakan, KPK harus memberikan harapan bagi masyarakat yang haus akan keadilan di Kabupaten tua di Maluku itu. Oleh sebabnya sudah sepatutnya KPK harus membuka ulang kasus ini.dan menyeret para aktor penyeleweng uang rakyat itu ke pengadilan. Untuk di ketahui beredar kabar yang sampai hari ini masih subur di masyarakat menduga kuat bahwa aktor pemain korupsi Dana Alkes itu berada di lingkungan Pemkab Malteng. Hal ini bagi Rian harus di buktikan olehnya KPK harus membidik kembali kasus ini dan menjerat aktor yang di duga berlindung di lingkungan Pemkab Malteng itu ke meja hijau.

“Siapapun dia tidak ada satupun orang di dunia ini yang kebal hukum.KPK harus membongkar masalah ini.agar Pemain besar yang konon katanya berada di lingkungan Pemkab Malteng ┬áitu di proses sesuai hukum yang berlaku,”pintahnya.(SM-01)

author