Kadiskes Malteng Pastikan, Stok Obat Aman

Masohi,seputarmaluku.com- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, dr Jeni Adijaya memastikan, ketersediaan stok obat untuk pelayanan dasar di seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Maluku Tengah Aman.

Ketersediaan obat-obatan disebut mampu melayani seluruh kebutuhan obat-obatan warga di seluruh puskesmas.

“Tidak akan terjadi kekurangan obat-obatan di seluruh puskesmas di Kabupaten Maluku Tengah,” tegasnya, Kamis (16/8).

Pernyataan Adijaya ini disampaikan menjawab kekhawatiran masyarakat menyusul insiden pembatalan belanja obat untuk stok pelatanan dasar di puskesmas &  obat oleh pihak Dinas Kesehatan. Secara rutin, stok obat ini dibelanjakan oleh Bidang Farmasi Dinkes Malteng. Entah kesalahan siapa, terjadi pembatalan terhadap pembelanjaan obat yang sudah dilakukan oleh bidang Farmasi. Persoalan ini sudah dilaporkan ke meja hukum dan sementara berproses di Polres Malteng.

“Jadi, dalam setahun, ada dua kali pembelanjaan obat. Setelah insiden pembatalan kemarin sudah dilakukan pembelanjaan ulang,” tukas Kadis. Dengan pernyataan resmi ini, Kadis berharap  masyarakat tidak khawatir.

“Benar ada pelaporan polisi oleh ASN dinkes. Tapi imbasnya tidak seperti diberitakan. Tidak akan terjadi kelangkaan obat-obatan,” timpalnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa, persoalan pembatalan secara sepihak oleh oknum tertentu. Belum dapat dipastikan oknum, tujuan serta Motivasi melakukan pembatalan pembelian obat untuk dinkes. Pelaporan  dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah Hendry Novrizal. Selaku pihak yang bertanggung jawab langsung terhadap proses pembelian obat-obatan, persoalan ini dilaporkan  dalam rangka mengantisipasi implikasi oembatalan oembrlian obat.

Sekaligus, sebagai upaya untuk membetikan efek jera terhadap pelaku.Pengadaan obat-obatan melalui mekanisme pembelanjaan secara online dengan sistim e-Katalog. Singkatnya, prmbatalan pembelanjaan obat diduga dilakukan  dengan cara membajak akun yang digunakan untuk proses transaksi obat-obatan.

“Pesanan obat-obatan yang saya lakukan dibatalkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ini dilakukan dengan cara membobol password  user saya dan kemudiaan melakukan pembatalan pemesanan obat-obatan yang sudah saya lakukan,” kisah Novrizal.

“Total nilai nilai Pesanan obat-obatan yang sudah saya lakukan seharga  Rp. 6 milyar lebih. Pembatalan pemesanan  ini baru saya ketahui ketika dikonfirmasi oleh pihak perusahaan penyedia obat. Dan, saat hendak masuk ke akun, terdapat pemberitahuan bahwa password email saya telah berubah, setelah proses oengembalian password, disitu terkonfirmasi bahwa kiriman pesan pemesanan obat sudah  dibatalkan,” tuturnya. (SM-01)

 

author