Bupati Harap Badko HMI Jadi Pemersatu Dalam Berbangsa dan Bernegara

Masohi,seputarmaluku.com- Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua berharap, Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku – Maluku Utara mampu menjembatani Kemajuan HMI dalam memberikan citra positif serta menumbuhkan Idealisme dalam HMI.

“Kokohkan persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara dengan didampingi jiwa Nasionalisme, Intelektual, dan kreatif serta Inovatif,” pesan Bupati dalam sambutannya membuka kegiatan Musyawarah Daerah XI Badko HMI Maluku-Maluku Utara, Kamis (2/8) malam di Gedung Iklas Beramal Kementtian Agama Kabupaten Maluku Tengah.

Selaku  badan pembantu Pengurus Besar yang dibentuk untuk mengkoordinir HMI Cabang dibawah koordinasinya, dikatakan, semangat idealisme dan nasionalisme harus terus digelorakan.

” HMI harus memiliki jiwa yang kokoh dalam pengabdian kepada Negara dan Bangsa,” tukas Bupati.

Berlangsung dibawah sorotan tema “Memperkokoh kepemimpinan futuristik menuju Indonesia berkeadaban” Musda XI  Badko HMI Maluku- Maluku Utara dihadiri langsung oleh Kabintaldam XVI/Pattimura Kolonel Inf.Drs.Susilo Prakoso, Ketua DPRD Malteng, Kapolres Malteng AKBP Raja Arthur. L. Simamora,

Kepala kesbangpol Kab Malteng Mat Pattimura,  Ketua KAHMI Malteng ( DR.Rakib Sahubawa dan para  Pimpinan OPD Se-Kabupaten Maluku Tengah.

Hadir pula, Ketua KNPI Malteng Sukri Wailissa,  Ketua Badko HMI Maluku-Maluku Utara Bansa Hadi Sela, Ketua HMI Cab Maluku Tengah Hermansyah Toyo , para pimpinan OKP dan Ormas

Harapan yang sama diutarakan Bendahara PB HMI, Taufan Tuarita. Sambutannya berisi motivasi bagi seluruh kader HMI untuk senantiasa  berkontribusi dalam  pengkaderan.

Disisi lain, HMI harus dapat mengawal kesuksesan  pembangunan daerah.

” MUSDA XI Badko HMI Maluku – Maluku harus  melahirkan gagasan – gagasan yang baik demi membangun generasi yang berkualitas dan berkadaban serta dapat melahirkan Pemimpin yang baik,” serunya.

disebutkan, fokus HMI saat ini adalah,  pembentukan cabang istimewa antara lain di Maroko, Malaysia dan pelatihan pengkaderan di Jepang. Tujuannya adalah  bagaimana menangkal pengaruh radikal dari luar.

“Sebab itu,

Sementara itu, Ketua KAHMI Maluku Tengah Rakib Sahubawa menyebut,  kehadiran Kahmi adalah  menjaga peran dan kontribusi bagi pembangunam negara khususnya dalam pengkaderan untuk melahirkan pemimpin yang berintergritas dan berjiwa Pancasila serta mampu memimpin dengan kapasitas yang dimiliki.

“Anggota HMI agar dapat mengikuti Musyawarah Daerah Badko HMI Maluku-Maluku Utara dapat berjalan dengan lancar dengan tetap menjaga semangat bermusyawarah,” harapnya.(SM-01)

author