Perum Divre Bulog Maluku-Malut dan Serikat Karyawan Bantu Korban Gempa Halsel

Ambon, Seputarmaluku.com. – Perum Bulog Divisi Regional Maluku-Maluku Utara, telah menyalurkan bantuan beras bagi korban bencana gempa di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Penyaluran Beras Bencal (bencana alam) sesuai platform permintaan Pemkab Halsel sebanyak 100 ton, kemudian Pemprov Maluku Utara mengajukan permintaan sebanyak 145 ton seluruhnya sudah disalurkan pada pekan lalu.

Demikian disampaikan Kepala Perum Bulog Divisi Regional Maluku-Maluku Utara, Arif Mandu kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin 22 Juli 2019.

Menurutnya, penyaluran beras bantuan bencana alam ini sesuai tanggap darurat atas korban bencana alam gempa berkekuatan magnitudo 7,2 yang menimpa Halmahera Selatan, tepatnya di 62 kilometer timur laut Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan.

“Sesui tupoksi, Perum Bulog Divisi Regional Maluku-Maluku Utara hanya menyediakan beras Bencal, sesuai platform kabupaten/kota permintaan dimana jatahnya itu ada 100 ton. Kemudian permintaan dari Pemprov Maluku Utara sebanyak 145 ton dari platform provinsi sebesar 200 ton. Jadi kita salurkan sesuai permintaan dalam platform jumlah masing masing pemerintahan di sana, dan saya baru saja kembali dari sana untuk melihat langsung penyaluranya” jelas Mandu.

Dirinya menambahkan, selain penyaluran Beras Bencal bagi para korban bencana sesuai platform Kabupaten Halsel dan Pemprov Maluku Utara, ada juga pemberian bantuan dari Serikat Karyawan (Sekar) Perum Bulog Maluku-Maluku utara kepada para korban bencana.

“Jadi kemarin saya kesana selain melihat langsung penyaluran beras Bencal, saya juga berkesempatan menyerahkan bantuan berupa beras, tikar, selimut, pempers bayi, indomie. Penyaluran bantuan ini murni dari Serikat Karyawan Perum Bulog Maluku-Maluku Utara yang turut merasakan derita yang dialami oleh warga korban bencana,” papar Arif.

Dirinya berharap, dengan adanya bantuan ini, masyarakat korban bencana gempa di Halmahera Selatan bisa terbantu dan secepatnya dapat pulih daripenderitaan dan rasa trauma mereka terhadap bencana yang menimpa mereka, ungkapnya. (SM003)

author