Kerjasama dengan Dikbud, Rutan Masohi Jalankan Program Pendidikan Kesetaraan

Masohi,seputarmaluku.com- Program pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C, Resmi masuk Rumah Tahanan Negara (Rutan) Masohi.

Kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah, memberi kesempatan bagi warga binaan yang belum mengenyam pendidikan setara SD, SMP dan SMA untuk mengikuti  proses pendidikan hingga mengantongi legalitas kelulusan untuk tingkatan pendidikan dimaksud.

Kepala Bidang PAUD Dikbud Malteng Zainul Samalehu mewakili Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Askam Tuasikal menyatakan, program pendidukan kesetaraan merupakan salah satu komitmen pemerintah dalam  mengentaskan buta aksara. Disisi lain, program dimaksud juga bertujuan untuk  Menambah skil, kecakapan dan potensi para warga binaan.

“Targetnya adalah agar kedepan, warga binaan dapat menjalani kehidupan yang layak saat bebas nanti,” kata Samalehu.

Dirnya mengapresiasi terlaksananya  program dimaksud di lingkungan Rutan Masohi diapresisi sebagai suatu upaya serius pihak Rutan mengoptimalkan pembinaan terhadap warga binaan.

“Sebab, pendidikan sangat mempengaruhi karakter dan sikap seseorang,” timpalnya.

Kepala divisi pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Maluku, Frans Elias Nico mengatakan, Program pendidikan kesetaraan merupakan upaya menjamin terpenuhinya hak asasi  para warga binaan dalam hal memperoleh pendidikan.

“Sejatinya, semua manusia memiliki talenta dan kemampuan yang relatif sama dengan makhluk sosial umumnya. Dipundak mereka terdapat tanggung jawab yang sama untuk membangun bangsa. Hanya saja, mereka dibatasi olrh kesempatan,” katanya mengungkapkan semangat digagasnya kerjasama program pendidikan kesetaraan bagi warga binaan.

“Diharapkan melalui program pendidikan kesetaraan, tumbuh semangat untuk dapat ikut berkntribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tambah mantan Kepala Lapas Nusa Kambangan dan Pekan Baru Riau ini.

Selain program dimaksud, Kemenkum HAM Maluku juga memiliki sejumlah program terobosan selain program rutin.

Yakni, program – program pelatihan Ketrampilan dan kemandirian bagi warga binaan.

“Kita juga sedang mengupayakan kerjasama dengan pihak perbankan guna memberikan pelatihan kemandirian dalam managemen usaha,” ungkapnya.

Kepala Rutan Kelas II B Masohi, Iwan Setiawan dalam pemaparannya mengatakan, program yang digagas saat itu semata merupakan upaya pewujudan visi dan misi Lembaga pemasyarakatan yakni terwujudnya Rutan yang unggul dalam.perawatan tahanan, prima dalam pelayanan dan tangguh dalam pengamanan.

Ada sebanyak  41 orang dari total  105 Warga Binaan Rutan Masohi akan ikut dalam program pendidikan kesetaraan yang sudah mulai berjalan sejak saat itu.

“Total warga binaan 105 orang. Sebanyak 41 orang akan ikut sebagai warga belajar dalam program ini. Yakni SD  6 orang, SMP 15 Orang, dan SMA sebanyak 17 orang,” Rinci Setiawan (SM-01)

author