Abd. Rajab Sese, Kembali Nahkodai MUI Malteng

Masohi,seputarmaluku.com.- H. Abdul Rajab Sese dipercayakan kembali menahkodai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maluku Tengah. Kepiawaiannya menjalankan roda organisasi keagamaan membuatnya kembali terpilih untuk periode 2019-2022.

Dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dirinya berhasil mengantongi suara mayoritas dari 7 orang formatur yang terusir atas tiga orang utusan organisasi pendiri MUI yakni Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan Matlaul Anwar, dua orang perwakilan MUI Kecamatan dan dua orang utusan pengurus periode sebelumnya.

Berdasarkan AD/ART MUI, tujuh orang formatur melakukan rapat untuk memilih siapa yang akan ditetapkan sebagai Ketua MUI Malteng periode 2019-2024. Dan, hasilnya, enam orang formatur menjatuhkan pilihan kepada Rajab Sese, sedangkan satu suara tersisa, memilih kompetitor lain.

Yakni, Drs. H Sulaiman Pary. Terhadap keterlibatannya menahkodai MUI Malteng kembali, Abdul Rajab Sese, menyatakan akan segera mengkonsolidasikan organisasi, dengan harapan dapat secepatnya melakukan pembenahan sesuai dengan tuntutan organisasi.

“Saya berterimakasih kepada peserta Musda yang telah mempercayakana saya untuk memimpin MUI Malteng untuk periode lima tahun kedepan 2019-2024. Amanat ini akan saya laksanakan sesuai amanat Musda. Bekerja sesuai AD/ART MUI, dan langka awalnya adalah konsolidasi organisasi, selanjutnya akan membentuk MUI diseluruh kecamatan, ” ikrarnya.

Disadarinya bahwa kepengurusan sebelumnya belum maksimal. Dan, hal ini dikarenakan keterbatasan sumberdaya yang ada disetiap komisi-komisi. Untuk itu, kedepannya, dirinya bertekat lebih mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki untuk mendorong lebih optimalnya kerja-kerja organisasi.

“Dalam komposisi kepengurusan yang baru nantinya, akan kita tempatkan sumberdaya yang tepat pada komisi-komisi yang ada. Ini tidak lain dalam rangka mewujudkan amanat Musda. Yakni segenap sumberdaya yang ada harus dioptimalkan untuk memajukan organisasi, dan sekaligus mengoptimalkan kepentingan kemaslahatan ummat,” kuncinya. (SM-PMY)

author