Soal Status Tanah Eigendom, BPN Kota Ambon Bungkam

Ambon, seputarmaluku.- Tujuh tahun lamanya  persoalan 3 persil tanah Eigendum Verponding milik Nyi Mas Entje Aminah  yang saat ini kepemilikannya berdasarkan hibah tahun 2009 dari M.Fatqih Esmar kepada PT.Maluku Membangun (MM) kini memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Maluku  melalui Biro Hukumnya bersedia menindak lanjuti  surat masuk PT. MM  dan Badan pertanahan Provinsi dan BPN Kota Ambon.

Jaminan Pemprov   sebagai mediator dibuktikan lewat pertemuan pada kamis (15/6)  bertempat diruang rapat asisten II Setda Pemprov  turut dihadiri Kepala  biro hukum Pemprov Maluku, H. Far-Far , Asisten II Bidang kesejahteraan Sosial,Ny.M. Lopulalan, Direktur PT Maluku Membangun, Lutfi Atamimi dan kepala BPN kota Ambon, M. Togatorop,SH.MH.

Dalam pertemuan mediasi  Kepala Biro Hukum Pemprov Maluku H.Far-far mengakui bahwa kesediaan Pemprov untuk memediasi persoalan ini bukan  untuk menentukan siapa benar dan siapa yang  salah dalam persoalan 3 persil tanah Eigendom Verponding 986, 987 dan 988, namun untuk mencari titik temu atas persoalan tiga persil tanah Eigendom berdasarkan kepemilikan bukti dari kedua belah pihak,”ungkap Far-far.

Dilain pihak, sebut saja Direktur PT. Maluku  Membangun merasa kecewa dengan sikap kepala Kantor Wilayah BPN Provmal, Jaconias Walalayo yang tidak hadir  dalam pertemuan dimaksud. padahal kehadiran  Walalayo sangat diperlukan karena dirinya lebih jelas mengetahui  seluk beluk persoalan 3 persil tanah itu,”kata Atamimi dengan nada kecewa.

Bahkan  pimpinan  PT Maluku Membangun itu  sempat menunjukan setumpuk bukti dan dokumen kepemilikan 3 persil tanah itu kepada BPN Kota Ambon, Kepala Biro Hukum serta Asisten II.

Sementara itu, Kepala BPN Kota Ambon, M Togatorop, SH.MH dalam rapat tersebut mengaku jika dirinya tidak mengetahui persoalan ini secara jelas karena dia baru saja dilantik sebagai Kepala BPN Kota Ambon beberapa waktu lalu.

BPN Kota Ambon melalui Bidang Sengketa, Aji Assagaff menjelaskan, persil tanah Eigendom Verponding nomor 986,987 berdasarkan data dan dokumen BPN Kota Ambon adalah bukan milik PT. Maluku Membangun, sayangnya, penjelasan itu tidak bisa didukung oleh bukti outentik yang memperjelas asal usul pemilik sah tanah Eigendom Verponding.

Sementara itu, Lutfi Attamimi saat menunjukan setumpukan bukti terkait kepemilikan sah dan asal usul kepemilikan 3 persil tanah Eigendom dimaksud mempertanyakan pihak BPN Kota Ambon soal data Kepemilikan Eigendom Verponding nomor 988 yang tidak ada pada pihak BPN Kota.

“Saya mau tanya, kenapa di BPN hanya ada dokumen Eigendom Verponding nomor 986 dan 987 saja, lalu 988 dimana.? Jika BPN berpegang pada dokumen yang dimiliki tentu dokumen ketiga persil tanah itu harus diketahui secara jelas asal usulnya, bagaimana BPN hanya punya dua dokumen saja,” tanya Attamimi.

Menanggapi pertanyaan Attamimi, Kepala BPN Kota Ambon, M.Togatorop,SH.MH dan dua stafnya hanya terdiam sambil memandangi setumpukan bukti yang ditunjukan PT.Maluku Membangun dalam forum tersebut. Pertemuan mediasi saat itu adalah pertemuan awal, rapat yang berlangsung hampir 4 jam itu diakhiri dengan catatan akan ada rapat atau pertemuan mediasi lanjutan setelah pihak PT.Maluku Membangun menyerahkan copy-an seluruh dokumen terkait 3 persil tanah kepada pihak BPN dan Pemprov untuk dipelajari.

“Rapat atau pertemuan mediasi di hari ini adalah awal untuk proses selanjutnya. Dan kita meminta pihak PT.Maluku Membangun untuk dapat memberikan copy-an seluruh dokumen terkait kepada pihak BPN maupun Pemprov Maluku untuk dipelajari, setelah itu kita akan melakukan pertemuan lanjutan secepatnya,” ungkap Far-far kepada wartawan usai menutup rapat mediasi itu. (SP-04)

author