Saban Nekad Habisi Nyawa Mantan Kekasih

Masohi,seputarmaluku.- Kematian  Asmawati (33) salah satu pegawai honorer  RSUD Masohi di salah satu Apotek milik dr.Sofyan Umarela yang beada di Jln Pulau Buru Masohi Kelurahan Namaelo Kota Masohi terjawab sudah.  Kematian wanita paru baya ini pada minggu (4/6) di pastikan dibunuh oleh orang dekatnya korban.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa pelaku (36)  bersama korban pernah menjalin hubungan asmara. Namun tidak berjalan mulus, di tahun terahir keduanya dikabarkan putus. pada saat kejadian, hubungan keduanya sudah putus.

Namun tidak diektahui korelasi hubungan asmara keduanya dengan meninggalnya korban pada  saat itu.

Terkait Insiden itu, Kapolres Mauku Tengah AKBP Harley H Silalahi memastikan bahwa kematian wanita paru baya ini murni dibunuh. Ini setelah pengembangan atas pemeriksaan sejumlah saksi. Termasuk diantaranya, Fadli Sabban (36) “FS kita bekuk malam saat kejadian bersama 6 orang saksi lainnya. Dari pengakuan FS polisi tadi malam. Diakui bahwa dirinya yang membunuh korban,” jelas kapolres.

“Korban dibunuh dengan cara dicekik. Tidak puas, pelaku melepas jilbap korban dan melilitnya dileher korban, hingga Korban tewas dan setelah pelaku membunuh Asmawati, pelaku keluar begitu saja meninggalkan Asmawati yang sudah tak bernyawa.,”ungkapnya.

Korban dan pelaku ternyata sebelumnya terlibat adu mulut. Ini terkait dengan pekerjaan dimana pelaku dan korban sama-sama mengabdi pada “Bos” yang sama.  Keduanya mengabdi pada dr Sofyan Umarella. Dr Umarella adalah pemilik tempat praktek sekaligus apotek yang merupakan TKP pembunuhan saat itu.

“Menurut keterangan pelaku bahwa, pelaku, awalnya keduanya bertengkar mulut. Tentang pelaku yang melapor majikannya (dr umarela) bahwa korban selalu terlambat datang pada saat buka apotik sehingga korban di marahi dokter saat itu.  dari petengkaran mulut itulah, pelaku langsung mencekik leher korban sehingga korban berteriak dan pelaku langsung menarik jilbab milik korban dan melilit leher korban dengan jilbab hingga tidak bernapas kemudian pelaku keluar dan meninggalkan korban tergeletak di lantai” jelas Silalahi, saat dokonfirmasi via telepon,selular Senin, (05/06).

Bahkan Sampai saat ini Pihak penyidik polres Maluku Tengah masih melakukan pengembangan untuk mengusut kemungkinan keterlibatan orang lain dalam kematian korban. Termasuk mengungkap fakta-fakta lain yang menjadi motif pembunuhan korban. Sementara pemakam korban sudah dilakukan pihak keluarga  pada Senin (5/6). (SP-02)

 

author