Rencana Percetakan Sawah di Besi Terancam Batal

Masohi, seputarmaluku.-Rencana pemerintah untuk mengeksekusi lahan seluas 320 Hektar  untuk percetakan sawah di UPT Besi Kecamatan Seram Utara  terancam batal.

Meski anggaran program ini telah disediakan,namun masih dipolemikan warga Huaulu. Bahkan Warga bakal melakukan aksi terhadap lahan yang siap eksekusi apabila tidak ada kesepakatan antara pemerintah dengan negeri Huaulu. Meski luas lahan yang akan digusur hanya 32 Hektar.

” kita menolak sebab Lahan yang akan dijadikan sawah adalah dusun pusaka. Dusun Kaimala milik Negeri Huaulu,” tegas Penjabat KPN Huaulu, Rifai Puraratuhu kepada awak media di Negeri Opin.

 

Ditegaskan, bila ada pihak yang mengatasnamakan masyarakat maupun pemerintah Negeri Huaulu untuk menyepakati penggusuran lahan untuk pembangunan sawah, itu sikap pribadi.tidak ada hubungannya dengan negeri.

“bila ada yang mengatas namakan masyarakat dan pemerintah negeri kita berharap diproses hukum. Karena kita selaku pemerintah negeri belum ada kesepakatan  soal penyerahan lahan pusaka itu,” ungkapnya.

Sementara itu menurut ketua Saniri Negeri Huaulu, Hanok Sayaraman, upaya negosiasi yang dilakukan selama ini tidak pernah melibatkan Negeri Huaulu selaku pemilik lahan pusaka.

“Negosiasi pertama jelas tidak ada hasil. Negeri Huaulu bersikeras menolak. Bahkan pernah dipasangkan pamflet sebagai wujud penolakan,”katanya.

Pada Sabtu mendatang rencanananya dilakukan  Negosiasi kedua dan kabarnya Negeri Huaulu diundang dan diharapkan negosiasi kali ini dilakukan di Negeri Huaulu.

“Kita berharap negosiasi kali ini  dilakukan di Negeri Huaulu. Bukan di UPT Transmigrasi,”pintah Sayaraman.(SP-01)

 

author