Penerimaan Siswa Baru di SMP Negeri 2 Ambon Tetap Berpedoman Pada Zonasi

Seputarmaluku.com, Ambon.- Penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019 – 2020 di SMP Negeri 2 Ambon berdasarkan system yang diinstruksikan oleh Menteri yakni system Zonasi, sehingga penerimaan siswa kali ini memang lebih selektif berdasarkan wilayah berdasarkan 3 penilaian yakni, tempat tinggal calon siswa dengan sekolah tujuan, keterwakilan anak TNI/Polri, serta keterangan bahwa benar calon siswa adalah anak berprestasi.

Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ambon, Gani Suad, S.pd di ruang kerjanya, Senin 24 Juni 2019.

Menurutnya, berdasarkan system itu, sejak tanggal 10 Juni mulai dibuka pendaftaran sampai tanggal 20 kemarin ditutup dengan jumlah calon siswa yang mendaftar sesuai Zonasi itu sebanyak 480 dan hari ini sudah mengikuti tes seleksi. Sementara yang mendaftar dari luar Zonasi itu ada 300an pelamar namun semuanya ditolak.

“Jelas kami tolak yang mendaftar dari luar Zonasi, karena sebagai pimpinan saya tetap berpegang terhadap instruksi menteri sebagai dasar, jadi tidak ada alasan untuk menerima calon siswa yang berada di luar zonasi,” tandas Gani.

Untuk jumlah siswa baru yang diterima di sekolah ini, menurut Suad, setelah dikoordinasikan dengan bagian kurikulum dan kesiswaan serta mengacu pada Permendiknas nomor 58 tentang rasio kelas, maka disitu menganjurkan setiap kelas atau rombel itu berjumlah 32 siswa per kelas sehingga ada 14 kelas maka 14×32 sama dengan 420 yang diterima dalam tahun ajaran baru ini.

“Terkait dengan siswa yang sudah mendaftar tapi tidak datang untuk mengikuti tes seleksi maka dinyatakan gugur. Dan tadi saat awal pelaksanaan tes, saya sendiri berjalan di tiap kelas untuk mengecek kehadiran siswa dan hamper setiap kelas itu ada siswa yang belum datang ikut tes berjumlah 8 sampai 10 orang, mungkin mereka sudah mengikuti tes di sekolah lain itu lebih bagus lagi.

Sehingga betul betul aturan yang ditutunkan kementerian ini dapat menjawab pemerataan siswa di sekolah sekolah sesuai keinginan pak Walikota Ambon,” paparnya.

Ditanya soal kemungkinan penerimaan siswa susulan mengingat kuota tidak tercapai, Kepala Sekolah menegaskan bahwa, hal itu tidak akan dilakukan, itu pola pola lama yang saat ini sudah tidak pantas dilakukan mengingat system yang sudah dianjurkan oleh kementerian.

“Penerimaan susulan itu tidak akan kita buka lagi, itu pola pola lama yang harus kita tinggalkan demi terwujudnya penerapan system yang sudah dianjurkan kementerian,” tandasnya. (SM003)

author