Kader Posyandu Kelurahan Kudamati Dapat Pelatihan dan Bimbingan

Seputarmaluku.com, Ambon.- Kader Posyandu yang di dalamnya terdapat Kader Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) dan Lansia di Kelurahan Kudamati mendapat bimbingan dan pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas pelayanan ke depan.

Kegiatan Pelatihan dan Bimbingan bagi para Kader Posyandu Kelurahan Kudamati, berlangsung Kamis 27 Juni 2019. Dalam kegiatan itu para Kader Posyandu berkesempatan memperoleh pelatihan dan bimbingan terkait Kesehatan Reproduksi.

Bimbingan / Pelatihan dan sosialisasi terkait kesehatan reproduksi dibawakan oleh Beti Pesolima, Tutor BKB Tingkat Provinsi .

Kepada para Kader Posyandu Kelurahan Kudamati, pesolima menyampaikan, kesehatan reproduksi saat ini sebenarnya bukanlah hal yang tabu untuk dibicarakan, karena jika generasi kita lebih awal memperoleh bimbingan serta konseling terkait kesehatan reproduksi, maka kedepan generasi kita tidak gampang terjemurus dan salah menyikapi masalah ini.

“Sering para orang tua dalam mengkomunikasikan terkait sistem dan kesehatan reproduksi kepada anak anak. Orang tua sering tidak berani jujur menjelaskan kepada anak terkait system dan kesehatan reproduksi kepada anak.

Padahal jika hal itu disampaikan kepada anak sejak dini, maka anak akan cepat dan mudah memahami hal hal negative maupun positif terkait dampak system dan kesehatan reprodukasi,” jelas Pesolima.

Orang tua harus lebih mejelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti, jangan menggunakan kata atau perumpamaan yang dapat membingungkan anak dalam memahami alat atau system reproduksi yang sehat, paparnya.

Usai memperoleh bimbingan tentang Kesehatan dan Sistem Reproduksi, Kader Posyandu kemudian diberikan pelatihan Posyandu yang disampaikan oleh Cori Ririhena.

Pada kesempatan itu, Cori Ririhena melatih para kader untuk bagaimana membaca dan mengisi KMS serta, sebab terkadag masih banyak kader Posyandu yang belum memahami dan bisa membaca simbol, grafik dan gambar KMS.

Dirinya menyampaikan, setiap kader harus bisa membaca serta mengisi KMS secara baik dan benar, baisakan kalau pada saat kegiatan Posyandu, mintalah petugas kesehatan atau Puskesmas untuk tidak mengisi KMS, mintalah bimbingan dari mereka tentang cara mengisi dan membaca KMS yang baik dan benar, karena setiap kader wajib memahami tentang hal itu. (SM003)

author