Tingkatkan Kemampuan, Bakamla Zona Maritim Timur Gelar Pelatihan

Seputarmaluku.com, Ambon.- Adanya ancaman keamanan di wilayah yuridiksi maritim Indonesia menuntut kesiapan personil Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk mengantisipasi dan mengatasinya secara cepat, tepat dan efisien.
Hal itu disampaikan Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI. Aan Kurnia, S.Sos., M.M dalam arahan tertulis yang dibacakan Kepala Bakamla Zona Maritim Timur Laksamana Pertama Arif Sumartono, S.Sos, M.Si saat membuka secara resmi Pelatihan Selam Dasar, Menembak di Laut, Komunikasi Taktis dan Pemberkasan Perkara Kapal Tangkapan.
Keberhasilan suatu operasi keamanan dan keselamatan laut, tentunya harus didukung oleh kemampuan personel yang handal dan profesional.
Karena itu, untuk meningkatkan kemampuan setiap personil Bakamla pada masing-masing zona salah satunya zona timur, maka dilakukan pelatihan ini.
Seluruh personil Bakamla  harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga menjadi personel Bakamla yang tangguh, profesional dan responsif, kapanpun diperlukan dengan ilmu dan kemampuan yang memadai, harap Aan Kurnia.
Sementara itu, usai upacara pembukaan Pelatihan, Kepala Bakamla Zona Maritim Timur Laksamana Pertama Arif Sumartono, S.Sos, M.Si (HAN) kepada wartawan menjelaskan, pelatihan ini adalah yang pertama kali digelar Bakamla Zona Maritim Timur sesuai kepercayaan dari pusat untuk melaksanakan  kegiatan pelatihan.
Sebanyak 57 personel yang mengikuti rangkaian pelatihan meliputi personel di kantor Kamla Zona Maritim Timur, awak KN dan Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Ambon, Tual, Merauke, Jayapura dan Kupang.
“Pelatihan akan dimulai pada hari ini 5 April sampai 22 April 2021 nanti. Untuk latihan dasar selam dilaksanakan di desa Hitu, latihan pemberkasan perkara kapal tangkapan di Pangkalan Armada Keamanan Laut Ambon, komunikasi  taktis tangkapan digelar di lapangan tembak Lantamal IX Ambon dan Laut Banda,” jelas Arif.
Dikatakan, Bakamla Zona Maritim Timur  membawahi 5 (Lima) Provinsi yaitu Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Dari data yang dimiliki, hal yang paling rawan di wilayah zona Timur saat ini yakni kecelakaan laut, diikuti illegal fishing maupun penangkapan ikan dengan cara yang merusak.
Untuk itu, Pelatihan ini sangat diperlukan untuk lebih meningkatkan kesiapan seluruh personil Bakamla dalam menghadapi setiap persoalan dan tantangan yang timbul diwilayah yuridiksi maritim zona timur.

author