Pandemi Covid-19, Nelayan di Malteng “Menjerit”

Masohi,Seputarmaluku.com- Pandemi Covid-19 yang menyasar  semua lini kehidupan. Imbasnya memang tidak secara langsung namun penutupan sejumlah fasilitas perikanan seperti  eksport ikan terkendala menjadi persoalan serius yang tengah dihadapi nelayan Malteng paska merebaknya virus corona.

PLt Kadis Perikanan Samsul Maarib, S.Pi, M.Si mengungkapkan hal ini di ruang kerjanya Rabu (15/4) . Dikatakan, tidak ada sektor yang tidak terpengaruh. tudak terkecuali, sektor Perikanan.

“Para Nelayan mengeluhkan akses tempat penjualan tuna yang sebagian besar tutup. Kabarnya, ini karena sejumlah besar negara yang menjadi tujuan eksport Tuna mengurangi permintaan. bahkan, menutup kran eskport tuna ke negaranya,” urainya.

Dari kondisi yang ada, sudah barang tentu, Perekonomian nelayan kecil terganggu. Nelayan terpaksa harus menggantungkan hidup sepenuhnya pada hasil tangkapan ikan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga.  sudah barang tentu, ini berpengaruh teehadap stabilitas harga jual ikan di pasaran yang cenderung anjlok.

Meski diakui bahwa kondisi yang sama juga berengaruh terhadap sektor-sektor yang lain, dirinya berharap agar perhatian pemerintah pusat melalui kementrian perikanan dapat meringankan beban para nelayan kecil.

“Saat ini, melalui Penyuluh perikanan dilapangan, sedang dilakukan pendataan nelayan. Harapan kita setidaknya, bantuan jaring Pengaman sosial bagi nelayan yang merupakan bagian dari program penanganan dampak pandemi Covid-19 bisa  secepatnya terealisasi demi menjamin stabilitas perekonomian keluarga nelayan,” katanya. (SM-03)

 

author