Kualitas SDM Pemuda, Pengembangan Kawasan, dan Olahraga Jadi Vokus Pemkab Malteng Tahun Mendatang

Masohi,seputarmaluku.com- Fokus pembangunan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tahun 2019 lebih difokuskan pada pewujudan Visi, Misi dan Prioritas Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RAYA JMD) Tahun 2017-2022.

Sedikitnya 6 program prioritas yakni, peningkatakan sumber daya manusia dan keluarga sejahterah, pertumbuhan ekonomi, infrastruktur dan pengembangan kawasan, keamanan dan budaya, serta pemberdayaan perempuan, pemuda dan olahraga.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah, Rakib Sahubawa mengatakan, rencana jangkah menengah daerah dimaksud telah disinergikan dengan rencana kerja nasional dan provinsi Maluku.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia, insfrastruktur, dan daya saing untuk kemajuan dan kesejahteran yang berkeadilan. Langkah realisasi prioritas pembangunan itu akan mulai kita realisasikan pada tahun 2018 hingga 2022 mendatang” Tandas Sahubawa belum lama ini.

Untuk mewujudkan hal itu,  Ssahubawa yang juga PLt Sekda Malteng berharap segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat mengartikulasi visi pemerintah daerah yang harus dirumuskan dengan sasaran, tujuan, kebijakan dan program yang menyentuh, terwujudnya Maluku Tengah yang lebih maju, sejahtera, berkeadilan dalam semangat orang basudara.

Sebab, tegasnya, pemerintah daerah dipastikan  melakukan intervensi terhadap enam prioritas pembangunan daerah dalam bentuk program terobosan.

“Termasum program Pemberdayaan,  program terobosan lain juga telah disiapkan. Harapannya,  semua OPD bekerja maksimal meningkatkan pertumbuhan ekonomi, minimalisir kemiskinan, pengangguran dan prioritas lain,” tandasnya.

Menyoal tentang indeks pembangunan manusia yang tinggi yang tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi Sahubawa  mengatakan, pelayanan dasar pendidikan dan kesehatan makin baik dan berkualitas. Sedang pertumbuhan ekonomi diharapkan kedepan semakin meningkat. Namun, pertumbuhan sebutnya tidak bisa dilihat dengan satu indikator, karena saling berhubungan secara regional, nasional maupun dunia.

“Karena itu kita intervensi dengan transportasi. Nah, terbukanyakonektivitas di Maluku Tengah tentu pertumbuhan semakin baik dan laju inflasi dapat ditekan,” Jelasnya.(SM-01)

author