Arsyad Akui Stok Beras di Malteng Aman

69 views

Masohi,Seputarmaluku.com-PLt Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Arsyad Slamet menggaransi ketersediaan pangan beras selama enam bulan kedepan. Dengan logika perhitungan hasil panen gabah kering giling dari Wilayah Kecamatan Seram Utara Timur Kobi dan Seram Utara Timur Seti per musim tanam dengan kemampuan konsumsi pangan warga Malteng, dia menggaransi  tidak akan terjadi kelangkaan pangan khusus beras di Kabupaten bertajuk Pamahanu Nusa ini hingga Oktober nanti.

“Bila seluruh hasil panen gabah kering giling di Kobi dan Seti dibeli pemerintah Kabupaten Maluku Tengah  maka dipastikan, hingga Juni, kebutuhan pangan beras masyarakat masih dapat terpenuhi,” tandasnya  diruang kerja Rabu (15/4).

Sekadar tahu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berencana memborong  hasil  panen gabah karing milik petani di Kecamatan Kobi dan Seti sebagai bentuk ikhtiar mengantisipasi terjadinya kelangkaan pangan beras bila opsi “Lockdown” berlaku di Malteng di masa pandemi virus corona.

“Intinya, hasil panen gabah kering di kecamatan Kobi dan Seti mampu menjamin kebutuhan pangan masyarakat Maluku Tengah,” tukas Arsyad.

“Pada Bulan April itu ada panen padi pada 400 Ha sawah di dua kecamatan ini. dari luasan sawah ini, bisa dihasilkan sebanyak 1800 ton gabah kering atau 1800 ton beras. Di bulan Mei, ada panen pada luasan 225 Ha sawah. luasan ini mampu menghasilkan 113 ton gabah kering giling atau 618 Ton beras. Di bulan Juni ada panen 450 Ha sawah yang bila dik9nversi menjadi gabah kering giling sebanyak 2025 ton gabah. Dikonfersi ke beras menjadi 1215 ton. Dibulan Juli ada lagi panen seluas 1550 Ha. dari luasan ini, makpu menghasilkan 6950 gabah kering atau  4185 ton beras. Jumlah ini mpu mencukupi oebutuhan pangan masyarakat Malteng hingga bulan Oktober,” jelasnya.

Apalagi, katanya kebutuhan masyarakat akan pangan lokal juga tersedia dalam jumlah banyak.

Dikatakan, pihaknya juga terus mendorong agar petani terus melakukan penanaman. Baik padi maupun pangan lokal dengan harapan agar tidak terjadi kelangkaan pangan di Malteng  bilamana langkah “Lockdown” diambil pemerintah.

“Saat ini, tinggal bagaimana instansi teknis terkait memikirkan tentang pembelian sekaligus distribusi beras dari dua kecamatan ini hingga sampai ketangan masyarakat,” kuncinya. (SM-03)

 

author