Aroma Korupsi Di Proyek Pembangunan Pasar Tehoru Menyengat

Tehoru,Seputarmaluku.com- Bau Busuk Korupsi pada proyek pembangunan pasar Tehoru menyengat. Proyek yang dikerjakan dengan Dana APBD Malteng tahun anggaran 2017 itu hingga kini tidak dapat difungsikan. Bukan membantu mengurai kemacetan di pusat kecamatan Tehoru  malah memperparah kemacetan. Para pedagang yang berharap dapat segera menempati areal pasar hanya bisa menelan ludah karena proyek senilai lebih dari Rp. 3  Milyar itu tidak dapat difungsikan dan sangat mengancam keselamatan para pedagang maupun pembeli. para pedagang lebih memilih berjualan di badan-badan jalan daripada di gedung pasar yang dikerjakan oleh CV. Bhineka Konstruksi.

Sekadar tahu, lokasi pasar Tehoru tepat berada di perlintasan jalan Nasional “Lintas Seram”. Jalan ini merupakan penghubung antara Kabupaten Maluku Tengah dengan Kabupaten Seram Bagian Timur.  Aktifitas perdagangan di bahu jalan itu telah mengambil sebagian badan jalan. dan ini berimplikasi pada terganggunya aktifitas transportasi darat dari, dan ke Kecamatan Tehoru.

“Katong (kami) berjualan di pinggir jalan ini karena tidak ada lokasi berjualan. Pemerintah sudah Buatkan pasar tapi tidak bisa difungsikan hingga saat ini,” ujar Ima, salah satu pedagang sayur.

“Katong sampe bajual di pinggir jalan lantaran seng ada tempat untuk katong bajual, pasar tehoru yang bagitu bagus tapi seng di fungsikan, mangkali katong seng bayar pajak kah apa ” ungkap ima salah satu pedagang sayur kepada media ini Minggu (12/4).

Keluhan yang sama diungkapkan pedagang lain. bahkan cenderung menginterupsi pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang telah menggelontorkan dana milyaran rupiah tapi tidak ada faedahnya.

“Katong sejak dulu memang berjualan dipinggir jalan bengini. Pasar yang dibangun pada tahun 2017 ini tidak dapat difungsikan karena tidak tuntas dikerjakan,” ujarnya.

“Kondisi bangunan makin tambah parah. Sejak tahun 2017 Kondisi bangunan sudah retak-retak.  Pintu- pintu,  jendela dan lampu rusak,” ungkapnya.

Baik Ita, Ima maupun pedagang lain di Kecamatan Tehoru berharap Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyikapi kondisi yang ada.

“Katong juga tidak ingin berjualan dipinggir jalan karena keselamatan katong juga terancam. tapi mau bagaimana. Pemerintah harus melihat kondisi kami. Minimal, dengan menuntaskan pembangunan pasar yang ada,” harap Ita. (SM-04)

author