Saleky : Pengembalian Kerugian Negara Bukan Soal Benar dan Salah

Masohi,Seputarmaluku.com- Kuasa Hukum tersangka Korupsi Proyek Irigasi Sariputih Beny Leandro, Adolf Saleky menegaskan bahwa pengembalian kerugian Negara sebesar Rp. 854 juta sama sekali bukan karena kliennya bersalah.  Apa yang dilakukan sejatinya merupakan niat baik kliennya demi kelancaran proses hukum terhadap kasus yang menjeratnya semata. Bukan karena  bersalah dalam perkara dugaan korupsi senilai Rp. 1,8 Milyar itu.

“Persoalan benar dan salah itu nanti pembuktiannya di pengadilan. Pengembalian ini semata hanya niat baik klien kita,” tandasnya.

Sebab, menurutnya, uang senilai Rp. 854 juta itu toh akan dikembalikan pihak penegak hukum bila kemudian kliennya terbukti tidak bersalah.

“Sebaliknya, bila diputus bersalah, minimal, langkah baik ini dapat meringankan hukuman klien kita,” sebutnya.

Kepada seputarmaluku.com, Penasihat Hukum kondang di Maluku ini menyebut bahwa semua klien yang memberikan  kuasa  kepadanya sebagai PH, selalu diarahkan untuk bersikap kooperatif selama menjalani proses hukum. Termasuk, melakukan pengbalian kerugian negara lebih dulu.

“Soal pembuktian, ini nanti di pengadilan,” kuncinya.

Sekadar tahu, kasus dugaan korupsi proyek irigasi Sariputih Kecamatan Seram Utara senilai Rp. 1.8 Milyar ini telah menetapkan lima nama sebagai tersangka yakni Beni Leandro (BL), Megi Samson (MS), YR, AL dan MT. Proses hukum atas kelima tersangka ini tinggal menunggu hasil perhitungan kerugian negara oleh BPKP sebelum kasus ini dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan (SM-02)

author