Pemkab Malteng Berencana Borong Hasil Panen Padi Warga

Masohi,seputarmaluku.- Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah berencana mengamankan seluruh produksi beras yang dihasilkan di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

Apakah akan dibeli dalam dalam kondisi masih menjadi gabah kering, atau sudah dalam bentuk beras, bagaimana mekanisme pembelian dari petani, hal itu akan dibahas lebih jauh oleh tim gugus tugas pencegahan covid-19 Kabupaten Maluku Tengah.

Demikian  satu dari beberapa kebijakan yang akan diambil pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mengantisipasi makin meluasnya wabah virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid-19).

“Coba dihitung berapa produksi gabah petani beras di Kobi dan Seri. Nanti akan dibahas lebih lanjut oleh satgas untuk dilakukan pembelian guna menjamin ketersediaan pangan warga apabila status darurat masih berkepanjangan,” seru Bupati Maluku Tengah yang juga Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, Tuasikal Abua saat rapat dengan tim, Senin (30/3) di tribun Lapangan Nusantara Masohi.

Jumlah kasus covid-19 secara nasional terus mengalami peningkatan. Korban  jiwa  akibat terpapar virus ini juga meningkat signifikan.

Rencana antisipasi dengan membeli semua hasil produksi pangan ini dibahas tim gugus tugas penanganan covid-19 merupakan bentuk ikhtiar bilamana kondisi darurat secara nasional masih diperpanjang. Kondisi ini diprediksi akan berimplikasi pada kurangnya stok bahan pangan warga.

“Bilamana karantina wilayah harus dilakukan, stok pangan warga harus bisa dipastikan aman demi menjaga stabilitas keamanan, kesehatan dan ekonomi warga. Membeli beras hasil panen warga di Seri dan Kobi merupakan solusi yang harus diambil,” tandas Tuasikal sembari menginstruksikan Kadis Pertanian dan tanaman Hortikultura Malteng untuk mengumpulkan data pasti stok gabah kering petani di dua wilayah ini sekaligus menghitung kebutuhan konsumsi pangan masyarakat Maluku Tengah.

“Secepatnya kita akan membahas lebih jauh terkait rencana ini,” tukas Tuasikal.

PLt Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Arsad Slamet menyebut menggaransi bahwa jumlah produksi gabah petani di Kecamatan Seram Timur Kobi dan Seram Timur Seti mampu menjamin kebutuhan pangan warga Maluku Tengah selama minimal tiga bulan kedepan.

“Perhitungannya, saat ini, produksi gabah kering yang ada mencapai sekira  16 ribu ton. Dalam waktu dekat, akan ada panen raya lagi. Kalkulasi sementara, jumlah ini mampu menjamin  kebutuhan pangan masyarakat Malteng. Minimal, tiga bulan kedepan,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan membeli hasil panen gabah warga sangat tepat demi memastikan keamanan pangan warga maluku Tengah bilamana kondisi darurat covid-19 terus berlanjut. (SM-02)

 

author