Nelayan Lokal Dirazia Pol Air, Kapal dan Hasil Tangkapan Disita

Masohi,seputarmaluku,com- Hanya lantaran surat ijin belum diperbaharui, Kapal Motor “Inta” beserta sebagian hasil tangkapannya ditahan Kepolisian. Digiring ke Mako Pol air untuk diperiksa.

Kapal motor ini diketahui ditahan saat sedang melakukan pencaharian ikan  di kawasan laut banda Kabupaten Maluku Tengah. Informasi terkini yang dihimpun koran ini, kapal dan barang bukti sudah dibawa ke Mako polair Polda Maluku di Ambon, Minggu (8/3).

“Kapal sudah dibawa ke Pol air tadi siang,” sebut sumber koran ini di Tehoru. KM Inta diketahui ditahan di Banda, digiring ke Pelabuhan Tehoru sebelum digiring ke Ambon.

KM KP 2012 milik polair mengawal proses evakuasi dari pelabuhan Tehoru ke Pol air Ambon. Informasi yang berhasil dihimpun media ini,  penahanan dan rencana penyitaan barang bukti berupa kapal KM Inta ini bukan lantaran adanya pelanggaran berat. Hanya lantaran surat ijin berlayar kapal yang tidak belum diperpanjang.

Lokasi penangkapan dilakukan diseputar wilayah laut Banda. Kapten Kapal beserta ABK diinformasikan akan menjalani pemeriksaan yang direncanakan akan berlangsung di Ditpolair Polda Maluku di Ambon.

“Hari ini, rencananya, kapal fan barang bukti hasil tangkapan  akan digiring ke Ambon beserta ABK kapal untuk diperiksa. Penahanan dilakukan oleh satuan Pol air yang saat itu menggunakan kapal KP patroli KP 2012.

KM Inta diketahui sesuatu melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan jaring.  Penangkapan terhadap KM Inta ini menatik perhatian warga masyarakat di pelabuhan Tehoru.

Sebab, baru Pertama kali diketahui ada penahanan kapal beserta barang hasil tangkapan oleh satuan Polisi Perairan. Dan lagi, penyitaan kapal sudah tentu akan melumpuhkan perekonomian para ABK Kapal lantaran tidak bisa lagi beroperasi.

“Mangkali katong (kita) ni kapal asing ka. Atau katong menangkap ikan pake Bom atau jaring pukat harimau ka. Katong ini hanya nelayan kecil kok kapal langsung ditahan,” sesal salah satu ABK KM Inta kepada koran ini di Tehoru.

“Sudah tidak bisa melaut, kita juga harus ikut ke ambon untuk proses penyelidikan,” timpalnya

Penangkapan yang dilakukan Pol air juga memicu kekhawatiran mayoritas nelayan lokal. Khawatir akan ditimpa nasib serupa sewaktu-waktu.

“Kita merasa tidak nyaman melakukan pencarian ikan di laut  sendiri,” sesal warga lainnya.

Terpisah, komandan Kapal Pol air, KP 2012 Aiptu Muhammad Yasir membenarkan penangkapan yang dilakukan oleh jajarannya terhadap KM nelayan “Inta”.

Apa yang dilakoni saat itu, ujarnya, hanya menindaklanjuti perintah direktorat Pol air.

“Ini razia rutinitas dan gabungan dimana kita lakukan dan semua jenis pelanggaran akan kita tindak lanjuti karna perintah dari direktorat langsung.  Dan kita memantau keselamatan masyarakat atau nelayan ” jawabnya saat dikonfirmasi koran ini fi Tehoru, Sabtu (7/4) malam.

Dalam razia yang dipimpinnya, ada dua unit kapal yang berhasil diamankan. yakni KM Idola 3 dan KM Inta, menurutnya melakukan tiga pelanggaran. KM Inta tidak memiliki LSO, Surat ijin berlayar dari dinas Perikanan maupun syahbandar. Kelaykan kapal untuk berlayar juga tidak ada,” sebutnya.

“Dugaan sementara, pengoperasian kapal melanggar pasal 44  dan pasal 98 undang undang  45 tahun 2009 tentang perubahan undang undang  31 tahun 2004 tentang perikanan,” jelasnya.  (SM-04)

 

author