KPU Malteng Simulasi PemiluKada

No comment 160 views

Masohi,seputarmaluku.com- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Tengah, Ridwan Tomagola disandera. Ini merupakan buntut dari aksi unjuk di Kantor KPU Maluku Tengah Rabu (20/3). Ratusan massa pengunjuk rasa yang tidak terima terhadap hasil pemilu berhasil menerobos kantor KPU dan langsung melakukan penanderaan terhadap tomagola. Meski demikian, penyanderaan tidak berlangsung lama. Tomagola berhasil diselamatkan oleh Aparat gabungan TNI Polri. Massa demonstran juga berhasil dibubarkan.

Dalam upaya pembebasan terhadap Ketua KPU, salah satu demonstran yang terlibat melakukan penculikan dan aksi anarkis saat demontrasi berlangsung dikabarkan meninggal dunia. Kabar demonstrasi yang berujung penyanderaan Ketua KPU Malteng hingga jatuhnya korban jiwa dari pihak demonstran ini datang dari simulasi Sistim Pengamanan Kota (Sispam-kota) jelang Pemilu serentak 17 april mendatang, yang di gelar POlres Malteng di Terminal Binaya Masohi, Rabu (20/3).

Simulasi tentang penanganan kondisi darurat saat pelaksanaan Pemilukada serentak itu melibatkan Personil gabungan Polri TNI, KPU dan Gakumdu. Kegiatan itu di mulai Pukul 15:20 Wit dan berakhir pukul 16:50 Wit. Diharapkan, simulasi ini dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel Polres Malteng dan pihak terkait dalam menangani masa pengunjuk serta potensi gangguan Kamtibmas saat Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019 mendatang di wilayah hukum Polres Maluku Tengah.

“Sispam Kota ini rangkaian kegiatan persiapan keamanan pada situasi ril. Simulasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pengamanan situasi aman dan situasi keributan, atau situasi kerusuhan yang membutuhkan rangkaian pengamanan,” tandas Kapolres Malteng usai pelaksanaan simulasi.

“Detil tentang metoda pengamanan dalam situasi-situasi dimaksud,” terang Kapolres. Menurutnya, Simulasi tersebut tidak saja menggambarkan tentang kesigaoan aparat kepolisian dan TNI dalam mengawal berjalannya proses demokrasi secara baik. Mulai dari tahapan pemungutan suara di TPS hingga perhitungan suara di tingkat KPU Kabupaten Maluku Tengah.

Kronologis awal berjalannya demonstrasi sebagaimana simulasi saat itu, bermula dari datangnya ratusan massa Pengunjuk rasa ke kantor KPU. Masaa merupakan kelompok yang tidak puas dengan hasil rekapitulasi perolehan suara pemilu 2019. Tensi demonstrasi tiba-tiba memuncak karena massa tidak diijinkan masuk ke areal kantor KPU yang saat itu dijaga ketat aparat keamanan. Massa yang mulai beringas, coba dihalau oleh aparat keamanan dengan menggunakan gas air mata hingga water canon. Upaya pihak keamanan tidak berhasil meredakan amarah demonstan.

Massa malah tambah beringas dan terus berupaya menerobos masuk kantor KPU. Aparat gabungan berhasil membubarkan masa. Namun, beberapa saat setelahnya diketahui bahwa kelompok demonstran berhasil menyandera Ketua KPU Maluku Tengah (Malteng) Ridwan Tomagola yang diperankan oleh salah satu anggota POlres Malteng. Kejadian penculikan ketua KPU ini kemudian di laporkan ke Polres Malteng. Mendengar kabar tersebut Kapolres Maluku Tengah meminta petunjuk Polda Maluku untuk melakukan pembebasan sandra. Upaya pembebasan dilakukan. Dan, ketua KPU berhasil diselamatkan dari tangan penyandera. (SM-01)

author