KPK Diminta Bongkar “Gudang” Dugaan Korupsi di Malteng

Masohi,seputarmaluku.com-  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di minta membidik sejumlah kasus dugaan korupsi bernilai puluhan milyar di Kabupaten Maluku Tengah. Banyak kasus dugaan korupsi yang selama ini tertimbun. tetapi baik jaksa maupun lembaga hukum lainnya sampai hari ini dinilai belum berani mengungkap bauh busuk yang selama ini terkubur dari lihainya para “pemain” yang ada di kabupate tertua di Maluku itu. “bau amis korupsi di Malteng ini sebenarnya banyak.

Fakta pembangunan Baileo sukarno dan Tugu di jantung kota Masohi, yang kerap di namakan, Tugu Pamahanu- Nusa yang berada di jantung kota masohi ini. Belum lagi, sejumlah dugaan lain yang bernilai milyaran rupiah yang kalau di buka bakal menyeret banyak Tikus berdasi yang ada di kabupaten ini. Jadi mewakili semua rakyat di Maluku tengah, kami mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi membidik Kabupaten ini”jelas Rian Idris kepada Media ini di Masohi, Selasa (6/3/2018).

Pihaknya kata Dia siap mengimput data sejumlah ketidak beresan pengunaan keuangan Negara yang bersumber dari APBD Malteng yang sebenarnya sedang mengeluarkan aroma busuk itu.

“hanya KPK saja satu satunya lembaga hukum yang masih bisa di percaya masyarakat. Kami tidak bisa lagi mengharapkan Jaksa di kabupaten ini. Sebab terlalu banyak indikasi kasus yang ada di depan mata mereka namun tidak jelas apa yang mereka lakukan, hingga mengakibatkan indikasi yang mengeluarkan bau tidak sedap itu tidak di bidik. Jadi semua orang di Bumi Pamahanu- Nusa ini mengharapkan kehadiran KPK guna mengungkap dan membongkar sejumlah bau amis korupsi itu”Jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa public di Malteng setidaknya sudah tahu adanya kasus kasus raksasa di Kabupaten ini. Mulai dari kasus Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang kemudian di SP3 oleh Kejati Maluku, di tengah puluhan orang sudah di periksa. Kemudian Korupsi Alat Kesehatan bernilai 6.5 Miliyar yang sampai saat ini hanya menyeret tikus kecil yang di duga bukan actor utama, kemudian indikasi korupsi dari pembangunan Baileo Sukarno yang di duga keluar dari perencanaan bernilai lebih dari 12 miliyar rupiah, kemudian pembangunan tugu Pamahanu- Nusa yang bernilai 1.3 Miliyar rupiah, kemudian pembangunan pasar lapak baru pasar binaya masohi bernilai puluhan milyar yang saat ini mulai rusak.

Kasus Panwasli Malteng terhadap anggaran pengawasan pemilukada Malteng bernilai 10.8 Milyar rupiah yang sampai hari ini belum pula menyeret actor utamanya. Kemudian Dulang Patita di atas projek tak tuntas dari Program P2DTK. Serta indikasi korupsi lainnya, sebut saja projek pembangunan Clodstorid Banda,pengunaan Dana Hibah Pemilukada Malteng yang di gunakan KOmisi Pemilihan umum bernilai lebih dari 20 miliyar rupiah pada Pemilukada Malteng tahun 2017 lalu.

“kalau mau jujur banyak indikasi korupsi di bumi Pamahanu- Nusa yang sampai hari ini tertimbun dan hanya menyengat begitu saja, tanpa di tindak lanjuti oleh Korps Adiyaksa di Malteng. Dugaan Kasus kasus ini harus di bongkar tuntas. Dan ini hanya dapat di lakukan oleh KPK. Sebab yang lain sudah tidak bisa lagi di harapkan, terutama Jaksa di bawah kendali Kajari Robinson Sitorus ,Misalnya pembangunan Baileo Sukarno dan tugu Pamahanu- Nusa yang nyata nyata sampai sekarang bau amisnya terus menyengat itu.

Belum lagi sejumlah indikasi lain, seperti indikasi pembangunan puluhan tambatan perahu yang sampai hari ini kabarnya tidak tuntas dikerjakan oleh Kontraktor. Projek Dulang Patita yang satu tenda selasarnya tidak terpasang sampai hari ini. Pengadaan bibit pohon Tabebuya yang tidak jelas kapan proses tendernya. Serta banyak lagi sebagaimana yang telah di sebutkan itu”tegasnya.

Dia meyakini hukum di Malteng akan tegak, dan para tikus berdasi ini akan di jerat jika kemudian KPK menelisik semua indikasi korupsi yang di sebutkan itu. Bahkan bisa jadi, pemain “besar“ pun akan terungkap jika KPK membidik Kabupaten tertua di Maluku itu. “kami sangat yakin, jika KPK masuk Malteng, mereka yang sejak lama sudah menimbun indikasi korupsi itu bakal terseret. Bahkan kami pun yakin, para pemain besar yang  mungkin saja selama ini di lindungi pun dapat di seret ke pengadilan”tukasnya. (SM-01)

 

author