Kerugian Negara di Kasus Irigasi Dikembalikan Tersangka

Masohi,seputarmaluku.com- Tersangka Korupsi Irigasi Sariputih Kecamatan Seram Utara Beni Leando melalui pengacaranya Adolf Saleky mengembalikan kerugian negara hasil perhitungan Politeknik Negeri Ambon.

“Jumlah uang yang dikembalikan sebesar Rp. 854 juta. Uang ini selanjutnya akan dititip di rekening kantor sampai menunggu proses persidangan,” tandas Kajati Malteng Juli Isnur.

Total kerugian negara dalam proyek ini belum final senilai itu. Sebab, hasil perhitungan oleh lembaga yang kredibel, dalam hal ini BPKP belum keluar.

“Hasil ini masih mungkin bertambah ataupun berkurang karena BPKP masih melakukan perhitungan. Kalau kemudian hasilnya perhitungannya ternyata yang  dikembalikan lebih besar, tentu kelebihannya akan kita kembalikan,” tandas Isnur.

Kepada pers, Isnur menegaskan bahwa pengembalian kerugian negara tidak lantas menghentikan proses hukum terhadap tersangka. Pihaknya hanya menilai pengembalian kerugian negara sebagai bentuk itikad baik dibalik pengembalian kerugian negara saja.

“Pasal 4 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menegaskan pengembalian kerugian negara tidak dapat menghapus pidana,” tukas Isnur.

Selain soal pengembalian kerugian negara, Kajari kepada pers juga mengungkapkan tentang adanya pengajuan penangguhan penanganan oleh sejumlah tersangka paska ekspos kasus yang dilakukan Kajari Malteng ke BPKP.

“Beni Leandro dan Yonas melalui pengacaranya telah mengajukan penangguhan penahanan . Dua lainnya belum kita terima,” katanya.

Khusus untuk Megi Samson (MS), baru akan diajukan pemanggilan kedua paskah proses karantina diri yang bersangkutan berakhir.

“Paling cepat, bulan depan, kita ajukan pemanggilan kembali terhadap yang bersangkutan,” katanya.

Diterangkan, sesuai surat sekda, diterangkan bahwa Lego Samson baru kembali dati jakarta pada 16 Maret kemarin.  Diterangkan pula melalui surat  itu bahwa, semua orang yang baru melakukan perjalanan keluar Maluku untuk mengikuti proses karantina selama 14 hari.

“Jadi selesai masa karantina baru kita layangkan surat pemanggilan kedua,” tukas mantan Kajari Natuna ini.

Sekadar tahu, ada lima nama yang ditetapkan Penyidik Kejari Malteng sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah  YR, AL dan MT. Nama Beni Leandro (BL) dan Megi Samson (MS) ditetapkan belakangan.  Baru sekira sepekan lalu.

Besaran kerugian negara yang dikembalikan Beni Leandro bernilai setengah dari total anggaran pengerjaan proyek yang disangkakan kepadanya beserta 4 tersangka lainnya. Total anggaran proyek adalah Rp. 1,8 Milyar. (SM-02)

 

author