Bupati Canangkan Kegiatan “Salam-Sarane Kalesang Negeri”

Masohi, seputarmaluku.com-Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua, Sabtu (31/3) mencanangkan program Salam-Sarane Kalesang Negeri. Program ini diinisiasi oleh warga Gereja Protestan Maluku (GPM) Klasis Masohi.

Program ini digagas dengan mengarahkan segenap potensi umat beragama di Maluku Tengah untuk bersama-sama membangun daerah.

Tidak semata dari segi kebersihan semata, tapi bagaimana mempererat hubungan tali persaudaraan antar sesama makhluk sosial yang berdiam di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

Dalam sambutannya sebelum secara resmi mencanangkan program Salam-Sarane Kalesang Negeri, Bupati menyampaikan apresiasi dan  dukungannya terhadap program dimaksud.

Bupati juga berterima kasih atas inisiatif menggagas kegiatan yang dapat mendukung program pemerintah.

“Program pemerintah  “bersih di siang hari, terang di malam hari” sangat berat bila dilakukan sendiri oleh oemerintah dan SKPD. Program Salam-Sarane Kalesang Negeri ini merupakan bentuk dukungan positif bagi pemerintah daerah dalam membangun daerah dan masyarakatnya,” tandas Bupati.

Bupati yakin bahwa komitmen membangun daerah akan lebih optimal dilakukan melalui mimbar -mimbar keagamaan. Bahwa dengan demikian, apa yang dicita-citakan bersama akan dapat diwujudkan.

“Pemerintah daerah sedang giat-giatnya membangun daerah dengan target menjadikan Kabupaten Maluku Tengah menjadi “Jendela Indonesia Timur”. keinginan dan harapan ini niscaya dapat diraih. Dengan keterlibatan unsur Keagamaan, apa yang diprogramkan pemerintah, pasti dapat diwujudkan,” pekik bupati.

“Masohi kedepan akan jadi Kota kebangaan kita bersama bila secara ada campur tangan semua elemen masyarakat dalam membangun, menjaga dan memelihara apa yang telah dicapai bersama ,” ucap bupati optimis.

Ketua MUI Maluku Tengah yang juga menjabat  Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Tengah,  H. Rajab Sese mengaku merasa terharu dengan upaya serius warga GPM Masohi merangkul semua potensi keagamaan untuk mengoptimalkan laju pembangunan daerah.

Apalagi, kegiatan yang digagas saat itu dilaksanakan menjelang perayaan hari Keagamaan, Paskah.

“Selaku pribadi dan selaku Ketua MUI, saya  terharu karena melalui panitia Lokal Paskah, telah digelar berbagai kegiatan berupa  sunatan masal, pengobatan masal dan dihari ini digags kegiatan kerja bhakti masal,” tandasnya.

“Program Salam-Sarane Kalesang Negeri ini menunjukan adanya kesadaran menumbuhkan rasa toleransi antar umat beragama sekaligus menumbuhkan rasa saling memiliki sebagai mukhluk sosial dan sebagai warga Kabupaten Maluku Tengah,” serunya.

Dirinya yakin bahwa melalui program Salam.- Sarane Kalesang Negeri, kemajuan  daerah dapat diraih. Sebab, menurutnya,  hanya melalui kesadaran dan kemauan bersama untuk bangkit dan berusaha saja, apa yang dicita-citakan dapat diraih.

“Sebab, perubahan suatu bangsa ke arah lebih baik hanya tergantung manusianya”

“Apa yang dimulai hari ini pasti dapat mewujudkan Masohi IDAMAN. Indah, Aman dan Damai,” tutupnya.

Ketua Paroki Santo Penginjil Masohi, Pastor Pius Lawe Svd juga mengutarakan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan saat itu.  Bahwa kegiatan disaat itu merupakan bentuk penegasan dukungan Umat Beragama terhadap pemerintah Daerah.

Apa yang telah dimulai saat itu menegaskan tentang pentingnya campur tangan agama dalam pembangunan. Dan itu telah dimulai lewat kegiatan “Salam-Sarane Kalesang Negeri”.

“Adagium menyatakan “kita berdoa bersama, kita tinggal bersama”. Dalam konteks kegiatan hari, “kita bekerja bersama, kita tinggal bersama”,” serunya.

“Kuta semua mendukung kegiatan “Salam-Sarane Kalesang Negeri,” serunya.

Ketua MPH Sinode Malteng Mon Werinussa menjelaskan,  kegiatan “Salam -Sarane Kalesang Negeri mau menegaskan tentang makna kehadiran agama.

“Bahwa agama hadir untuk merawat dan memajukan relasi sosial sebagai sesama orang basudara yang saling menghidupkan. Program ini juga mengafirmasi panggilan suci agama-agama untuk kalesang atau melakukan sesuatu untuk kebaikan,” serunya.

Terpisah, Kapolres Maluku Tengah Raja Arthur Simamora menilai, pelaksanaan Program “Salam -Sarane Kalesang Negeri” merupakan penegasan tentang adanya keterpaduan untuk membangun negeri.

“Bahwa kegiatan ini menegaskan tentang komitmen bersama agama-agama untuk bersama-sama dengan pemerintah daerah membangun daerah,” katanya.

Kegiatan saat itu juga sangat positif sebab dengan keterlibatan seluruh unsur keagamaan maka daya ungkit pembangunan tentu akan lebih optimal. (SM-01)

 

author