Warga Bersyukur Kantah Ambon Implementasi Program PTSL

Seputarmaluku.com, Ambon.- Program pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional berupa Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang selama ini dilaksanakan sangat menyentuh dengan kebutuhan masyarakat khususnya dikalangan ekonomi menegah kebawah.

Pasalnya, lewat program PTSL yang sudah disubsidi langsung oleh pemerintah ini, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sepeserpun untuk mengurus sertipikat hak milik atas lahan (tanah).

Seperti yang dirasakan Abu Hiri (58), Warga Dusun Waringin Cab, Desa Rumah Tiga saat tengah mendaftarkan tanahnya untuk memperoleh sertipikat lewat program PTSL yang dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Ambon di Dusun Kranjang, Desa Rumah Tiga pada Jumat 14 Februari 2020.

Kepada media ini, Abu mengatakan, sudah sejak puluhan tahun lalu dari orang tuanya sudah mendiami daerah ini, dan selama itu pula mereka tidak bisa mengurus kepemilikan atas lahan yang sudah ditempati dan digarap secara turun temurun oleh orang terdahulu lantaran banyak persayaratan yang membingungkan serat biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan.

Namun dengan adanya program PTSL yang dilaksanakan oleh Kantor Pertanahan Kota Ambon ini, sangat membantu sekali.

“Terus terang saya merasa bersyukur, dan berterimakasih kepada kantor pertanahan kota ambon serta pemerintah secara umum yang sudah boleh melaksanakan program pendaftaran tanah secara gratis ini. Sebab selama puluhan tahun semenjak orang tua sampai saya hidup disini, belum ada kepastian atas hak milik tanah yang kami tempati.

Tetapi dengan adanya program ini saya mewakili masyarakat di sini juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah khususnya kantor pertanahan kota ambon yang sudah boleh melihat kebutuhan kami masyarakat yang kurang mampu ini,” ungkap Abu dengan wajah bercampur haru dan senang.

Dirinya menyampaikan, selama ini masyarakat yang bermukim di Dusun Waringin Cab bingung dengan status kepemilikan tanah yang sudah mereka tempati dan garap puluhan tahun silam. Belum lagi ada klaim yang datang dari desa-desa sekitar bahwa daerah ini adalah milik mereka, membuat warga semakin bingung dan hidup dalam ketidakpastian.

“Status tanah selama ini tidak jelas, dan yang lebih membingungkan kami masyarakat, ada klaim dari desa desa tetangga di sini kalau wilayah ini adalah milik petuanan mereka. Tapi dengan adanya program pemerintah yang dilaksanakan Kantor pertanahan ini secepatnya bisa menjawab apa yang selama ini masyarakat idamkan, Pertanahan Oke,” ucapnya tersenyum sambil mengangkat jempol.

Sementara itu, hal yang sama juga dirasakan ibu rumah tangga di Dusun Kranjang, mereka berharap, program PTSL ini bisa secepatnya menjawab kerinduan mereka.

“Saya senang sekali dengan program pemerintah yang dilaksanakan oleh kantor pertanahan ambon, dan di dusun Kranjang ini sudah yang kedua kali. Yang pertama tahun lalu itu sejumlah warga sudah memperoleh sertipikatnya.

Pendaftaran saat ini untuk kali yang kedua, dan mudah mudahan tidak lama lagi kami bisa peroleh sertipikat ditangan kami, karena selama ini kami masyarakat sangat mendambakan kepastian atas status tanah yang kami miliki dan tempati sudah sejak orang tua kami terdahulu,” jelas Anisa mewakili sejumlah ibu rumah tangga yang berkerumun di depan Kantor Dusun Kranjang untuk pendaftaran PTSL. SM03

author