Penanganan Bencana 2017 Maksimal

No comment 181 views

Masohi,seputarmaluku.com- Penanganan dampak bencana alam selama tahun 2017 di Kabupaten Mauku Tengah berjalan dengan maksimal.  Ada beberapa lokasi terdampak  bencana yang kemudian belum direhabilitasi, namun, hal itu bukan disebabkan oleh ketidak sigapan BPBD.

Demikian ditegaskan Kepala BPBD Maluku Tengah Marzuki Latuconsina melalui PLt Kabid Rehabilitasi dan rekonstruksi Rifa Matuseya senin (5/2).

“Semua Dampak bencana tertangani.  beebrapa lokasi bencana yang belum tertangani rehabilitasi,  itu disebabkan oleh persoalan kewenangan semata,” tandas Rifa.

“Semisal bencana banjir di Samal Kecamatan Seram Utara Timur Kobi. Upaya rehabilitasi agar bencana serupa tidak terulang terkendala kewenangan. Kewenangannya itu ada pada balai sungai,” jelasnya.

Prinsipnya, tandas Rifa, pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui BNPB komitmen menangani setiap persoalan yang terkait dengan kebencanaan. “Untuk kasus banjir di Samal ya g diakibatkan oleh jebolnya tanggul sungai tersebut, Bupati bahkan sudah menyurati balai sungai untuk menerbitkan surat penyataan ketidak mampuan perbaikan tanggul sungai yang jebol agar pemerintah melalui BPBD bisa mengomunimasikan penanganannya ke BNPB,” runutnya.

Rifa menjelaskan, rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana di Wilayah Kabupaten Maluku Tengah dilakukan oleh instansi teknis terkait tergantung wilayah kewenangan pada lokasi bencana.

“Jadi, kalau wilayah penangamannya oleh Pemkab Malteng, ini langsung ditangani oleh instansi teknis Dinas PU.  Kalau wilayahnya provinsi ditangani olh Dinaa PU Provinsi Maluku. Sedangkan yang masuk wilayah nasional, ada yang ditangani langsung oleh Balai dan adapula yang ditangani oleh BNPB,” kuncinya (SM-01)

author