Kejar Target PAD, Dinas Perkebunan dan Peternakan Naikan Pajak RPH

Masohi,seputarmaluku.com- Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Maluku Tengah berencana menaikan pajak pemotongan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH). Bila sebelumnya pajak untuk tiap ekor sapi dikenakan Rp. 100 ribu, kenaikannya ditargetkan seratus persen atau toyal Rp. 200 ribu.

“Saat ini, penarikan pajak pemotongan sapi masih mempergunakan Perda No 99 Tahun 2012 dimana pajak yanh ditetapkqn hanya Rp. 100 ribu. Namun kedepan pajak dimaksud sudah Rp. 200 ribu untuk tiap ekor sapi yang dipotong,” ungkap Kadis Perkebunan dan Pertenakan Kabupaten Maluku Tengah Syakir Latuconsina.

Mengapa dinaikan ? Kepada pers di ruang kerjanya kamis (8/2) Syakir menyebut, kenaikan target PAD oleh pemerintah Daerah kepada Dinas yang dinahkodainya menjadi alasan. Memang ketanya setelah dilakukan kajian, tarif pajak yang ditetapkan sebelumnya tergolong sangat rendah.

“Jadi, sebelumnya, PAD kita dari sektor pajak pemotongan sapi sebesar Rp. 72 juta. Sumbangan PAD kita melebihi terget itu. Target PAD Kita tahun 2018 dinaikan dari Rp. 72 juta menjadi Rp. 100 juta. Karena itu, kenaikan tarif potong hewan dinaikan,” ungkap Syakir.

“Kenaikan tersebut sebenarnya masih tergolong wajar. Karena semua fasilitas disediakan oleh dinas,” timpalnya.

Rencana kenaikan ini, ulasnya, tinggal disahkan saja. “Yang dirubah hanya besaran tarif saja. Semunya sama. Tinggal menunggu pengesahan perdanya saja,” tutup Syakir. (SM-01)

 

author