Dalang Dibalik Mega Korupsi Alkes Malteng Belum Tersentuh

Masohi, Seputarmaluku.com- Meski 2 terpidana tindak pidana krupsi Alkes RSUD Masohi kini sudah mendekam di balik jeruji besi, namun fakta yang terjadi sampai saat ini publik pasti dibuat terkesima dengan fakta-fakta dibalik kasus mega Korupsi Alkes di RSUD Masohi. Mendekamnya terdakwa Abdul Muthalib Latuamuri (AML) dan Nirwati di Rutan Kelas II B Masohi sepintas memberi penjelasan bahwa kasus ini sudah selesai.

Namun yang sebenarnya, masih banyak fakta dalam kasus ini yang belum terkuak, dan harus ditelusuri oleh institusi penegak hukum dalam hal ini Kejari Masohi lebih mendalam. Kebenaran dari kasus korupsi Alkes RSUD Masohi ini adalah, siapa pemeran utama dan siapa pemeran pengganti layaknya di film action, dimana sang sutradara tetap memegang kunci cerita dibalik misteri kisah yang disaksikan penonton.

Bahwa sejatinya, kasus ini patut didalami oleh penegak hukum untuk mengungkap aktor dan sutradara sebenarnya dibalik kasus yang merugikan negara sebesar 2 miliar rupiah itu.

“Diduga Ada oknum yang paling bertanggung jawab dibalik kasus ini. Oknum ini yang mengtaur semua proses proyek ini. Dan sebenarnya, yang diskenariokan untuk menjadi tersangka adalah bukan 2 terpidana yang saat ini dibalik jeruji besi. Keduanya sebenarnya sama sekali tidak terlibat dalam perbuatan korupsi namun hanya mempertanggung jawabkan jabatannya saja selaku bendahara dan sekretaris panitia.

Ada oknum yang paling bertanggung jawab dibalik cerita kisa nyata kasus ini, yang menjadi dalang mengupayakan kontraktor pengelola proyek hingga penetapan pemenang tender. Ketika kasusnya mulai bergulir di Kejaksaan, kuat dugaan, oknum ini yang menyuruh mengkambing hitam para pelaku, dari situ kemudian munculah dua nama terpidana saat ini, beber sumber Seputar Maluku.com.

Bukan itu saja, kuatnya intervensi juga terendus dari lamanya waktu eksekusi terdakwa pasca terbitnya putusan MA. Tiga bulan lamanya SK tersebut parkir di kantor Kejaksaan Negeri Maluku Tengah sebelum eksekusi dilakukan.

“Diduga, ada upaya mengurangi masa kurungan dengan memperlama eksekusi putusan MA oleh Kejari Malteng yang tengah dikomandoi Robinson Sitorus,,” ungkap sumber lain.

Oknum dimaksud, dikatakan, memiliki kuasa yang besar. Betapa tidak, kasus ini dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor membuahkan putusan bebas murni bagi tersangka. Beruntung oleh penyidik Kejari Masohi, putusan bebas murni ini ditindak lanjuti ke proses hukum PK di MA. Dan, terbukti oleh majelis di MA, kedua tersangka divonis masing-masing 5 dan 4 tahun kurungan. Sekadar tahu, Proyek yang menjerat AML dan N bertitel proyek Alat-alat Kesehatan (Alkes) dan KB Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi tahun 2012. Proyek ini dianggarkan senilai Rp. 6,5 Milyar. Kerugian negara dalam proyek ini setelah didalami Kejari Malteng adalah sebesar Rp. 2 milyar. (SM-01)

 

author