Kasus Narkoba “Memojokan”, Rutan Masohi Angkat Bicara

Masohi, Seputarmaluku.com- Otoritas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Masohi angkat bicara menyikapi ragam Polemik yang mengemuka terhadap institusi ini sebagai buntut dari penahanan dua orang Warga Binaan (WB) kasus Narkoba Hendra Rumeon dan Mulyadi Wattimena oleh satnarkoba, pekan kemarin.

Kesan seolah-olah terdapat pabrik Sabu di Rutan Masohi, lemahnya pengawasan terhadap WB, hingga tudingan adanya keterlibatan orang dalam rutan polemik dimaksud mendera institusi vertikal Kementrian Hukum dan HAM ini.
Melalui Kepala Pengamanan (KP) Rutan Kelas II B Masohi, Ackmal Muhammad Nur ditegaskan, bahwa Narkoba bisa Ada di Rutan Karena dilepar masuk. Bukan melalui pintu portal.

“Jadi, barang tersebut dilempar ke dalam rutan melalui tembok bagian belakang. Pelemparan dilakukan oleh orang suruhan
Hendry Rumeon. Pelemparan dilakukan
pada sekira pukul 17.00. WIT.¬† Saat jam kantor sudah selesai. Lokasi tersebut memang jarang diekspos oleh warga binaan,” ungkap Ackmal mengutip pengakuan Rumeon saat diiterogasi di depan pihak penyidik Satnarkoba dan pihak rutan sebelum ketiga WB digelandang ke tahanan Polres Malteng untuk menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kalau dibawah masuk melalui pengunjung, tentu dapat kita deteksi,” tegasnya.

Dijelaskan, oleh Rumeon,
Terkait bagaimana Sabu yang berhasil masuk Rutan bisa diedarkan diluar Rutan ?

“Dari pengakuan keduanya pula dijelaskan bahwa paket Sabu ini diedarkan ke luar rutan dengan cara warga binaan lain yang sudah berstatus asimilasi¬† adalah Markus Kakiay,” kisahnya.

“Kakiay dibayar Rumeon sebesar Rp. 50.000 untuk membawa Paket shabu keluar rutan dan menaruhnya di lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Karena sesehari bertugas mengangkut sampah kelua rutan, kita tidak menaruh curiga sedikitpun terhadap Kakiay,” kata Mukhlis.
Meski yang diutarakan merupakan fakta sebenarnya, Mukhlis memgaku tetap siap menghadapi segala konsekuensi yang mungkin diambil oleh institusinya akibat kejadian tersebut.

Sekadar tahu, penahanan Rumeon dan Wattimena oleh Satnatkoba Polres untuk pengembangan kasus yang melibatkan Husein Rahman Tuannya alias Cenox (19) dan Latarisa Randy Husein alias Randy (15) di Jalan Lintas Seram tepatnya di depan Kampus Akademi Keperawatan Masohi Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. (SM-03)

author